Saturday, June 1, 2013

Bandung Berisik II

Bandung Berisik II
GOR Saparua, 20 Juli 1997

Era 1996-1997 komunitas musik bawahtanah Bandung mengalami masa perkembangan yang pesat. Konsep kolektivisme dan do it yourself mulai banyak direalisasikan dalam berbagai bentuk aktivitas. Dari mulai membuat perusahaan rekaman berbasiskan indie label lengkap dengan konsep distribusi dan promosinya, pembuatan media informasi berupa zine hingga kepada penggarapan acara musik yang mengandalkan semangat kolektivisme.Industri musik besar pada saat itu sedang dilanda kejenuhan pasar.Pasca meledaknya grup Slank dengan album Generasi Biru-nya yang melahirkan komunitas Slanker, otomatis pada saat itu tidak ada lagi fenomena musik yang luar biasa.Media-media besar juga mulai kehabisan bahan berita hingga akhirnya komunitas musik bawahtanah dengan segala bentuk dinamika pergerakannya menjadi bahan eksploitasi berita. Hampir semua media terutama media cetak besar yang bertarget penjualan anak muda pada saat itu membahas fenomena pergerakan musik bawahtanah terutama yang terjadi di Kota Bandung.

Hal tersebut jelas berdampak sangat besar pada perkembangan musik bawahtanah pada saat itu yang seolah-olah dirancang menjadi 'trend musik masa kini'. Musik bawahtanah pun akhirnya meledak dan mewabah hampir di semua kota besar di Indonesia utamanya di Pulau Jawa, hingga lahirlah berbagai komunitas musik bawahtanah di Jakarta, Bali, Surabaya, Malang, Yogya, dan Medan. Beberapa pagelaran bertema serupa ramai digelar di kota-kota tersebut dalam skala kecil.Di Kota Bandung sebagai barometer musik bawahtanah, setiap minggu GOR Saparua menjadi langganan acara-acara musik yang diorganisir oleh beberapa komunitas di Kota Bandung. GOR Saparua selalu dipenuhi oleh massa musik bawahtanah yang rata-rata berusia belia yang datang dari berbagai kota di Indonesia. Ada yang dari Medan, Jakarta, Surabaya, Yogya, Malang, dan kota lainnya.

Komunitas Ujungberung sendiri, pasca BB I mengalami kemajuan yang signifikan.Melihat begitu antusias publik terhadap musik bawahtanah, Homeless Crew memutuskan untuk menggelar kembali Bandung Berisik.

Syahdan, suatu sore di bulan Maret 1997, di pinggir jalan raya Ujungberung digelar rapat Bandung Berisik II (BB II). Ada beberapa agenda yang dibahas pada rapat perdana tersebut, yaitu pendanaan yang dilakukan melalui patungan anggota komunitas Ujungberung Rebels, dana investasi dari Mas Harry HR Production, penyusunan kepanitiaan yang berjumlah enam puluh orang, penetapan ketua panitia oleh Dinan dan wakilnya Yayat, serta komitmen keuntungan BB II yang akan digunakan sebagai biaya produksi kompilasi band-band Ujungberung yang rencananya dirangkum dalam album kompilasi Ujungberung Rebels.Kelomok kerja BB II lalu menamakan diri Bungur Enterprise.Ditetapkan pula dua puluh lima band dari berbagai hasrat musik yang akan tampil di BB II, yaitu Puppen, Jasad, Turtles Jr, Retribeauty (Surabaya), Trauma (Jakarta), Bedebah, Disinherit, Blind To See, The Bollocks, Runtah, Anti Septic (Jakarta), Naked Truth, Noise Damage, Hell Gods, Burgerkill, Rotten Corpse, Step Forward (Jakarta), Sonic Torment, Total Riot, Embalmed, Jeruji, Infamy, Forgotten, Morbus Corpse, dan Balcony.BB II digelar di GOR Saparua tanggal 20 Juli 1997.

Strategi publikasi masih sama dengan BB I dengan kualitas poster yang kini jauh lebih baik, dicetak oleh HR Production. BB II juga memberikan keleluasaan kepada band-band yang tampil untuk membuat media publikasi mereka sendiri.Selain membantu publikasi acara, aktivitas ini juga membina rasa memiliki Bandung Berisik di antara band-band yang tampil.Revograms juga turut membantu publikasi BB II melalu penerbitan Revograms III dan IV oleh Homeless Crew.Akhirnya BB II sukses digelar.Imbas dari pergelaran ini sangat nyata, yaitu dengan rilisnya kompilasi Ujungberung Rebels yang kemudian berganti judul menjadi Independen Rebels (Independen Records, 1998). Semenjak rilisnya kompilasi ini, komunitas Ujungberung yang saat itu disebut sebagai komuniats ENG atau Homeless Crew mulai dikenal juga sebagai komunitas musik metal Ujungberung Rebels.


bandungberisik.com

0 komentar:

Post a Comment