Showing posts with label Heavy Metal. Show all posts
Showing posts with label Heavy Metal. Show all posts

Monday, September 7, 2015

Unit Metal Bandung (Intihonk New Generation) Rilis Demo CD 2015


Akhirnya setelah beberapa waktu lalu kita bereskan demo cd sampai matang sekarang sudah rilis dan siap di dengarkan oleh banyak orang dan di sebarkan pastinya Dodi ncus “ alhamdulilah kang sekarang kita udh beres demo cd yg pastinya hasilnya lebih gahar dan gendre yg berbeda” udoth “ ya cd demo kita berisikan 3 lagu siap di sebarkan ke beberapa media di bandung, selain itu juga kita ngeluarin font official intihonk yg baru di tahun ini pokonya serba baru.. hehe”

Wednesday, August 5, 2015

Koleksi CD dari Legendaris Death Metal Indonesia (Siksakubur)

Sekarang! Total Berisik menyediakan CD Siksakubur. Unit Death Metal Jakarta yang berdiri sejak tahun 1996 ini sudah tidak diragukan lagi kualitas dari setiap karya-karyanya. Mereka sudah banyak dikenal, baik dari kalangan penikmat musik underground dalam negri maupun mancanegara.


Mereka sudah memiliki jam terbang yang cukup padat. Hingga saat ini, kurang lebih 19-tahun lamanya mereka terus eksis mewarnai kancah musik underground. Tak heran jika Siksakubur menjadi salah satu pengaruh dalam pergerakan serta perkembangan dari musik-musik underground di tanah air.

Berikut ini adalah album Siksakubur yang tersedia di Total Berisik :

- Eye Cry (2003) Re-Issue

- Podium (2006/2007) Re-Issue

- Tentara Merah Darah (2010) Re-Issue

- Siksakubur (2014)


Beli disini

Hargai musisi, hargai karyanya, hargai musik Indonesia.
Salah satu cara mengapresiasi karya musik adalah membeli CD original.

Keep calm and stay original \m/


Friday, May 29, 2015

Hegemony of God | Metal Cianjur


Terlahir dari cita - cita yang akhirnya terealisasi dari harapan kecil mereka, ini lah Hegemony of God yang pada akhir tahun 2011 band ini terlahir di daerah Cianjur yang  tepatnya di Perum Pesona Indah Cianjur Jln. KH. Abdullah Bin Nuh.  Setelah melalui rangkaian panjang cobaan dari sang maha Kuasa akhirnya mereka menemukan personil yang siap berjuang dan solid yaitu Hood (Vokal), Lucky (Gitar), Bintang (Bass), dan Ilham (Drum) yang sebelumnya posisi gitar 1 di isi oleh angga dan gitar 2 di isi oleh andy robby.
Di awali oleh Andy Robby yang resign di karenakan jadwal kerja dan jarak yang tidak memungkinkan, kemudian di susul resignnya Angga beberapa bulan kemudian di karenakan perkerjaan dan penyakit yang di deritanya.

Hegemony of God Logo

Nama Hegemony of God terinspirasi dari judul lagu band senior sedaerah kami di Cianjur.
Hegemony of God yang berartikan kuasa Tuhan yang pada hakikatnya kita sebagai mahluk Tuhan ada karena kuasa Nya walau terkadang melupakan Nya baik asa dan rasa yang melogaritma dunia dan alam raya serta surga dan neraka semua di atur oleh sang Maha Kuasa (Allah SWT).
Lirik dari lagu lagu mereka memaparkan tentang asa, rasa, sebab akibat, dan serta kerja keras untuk lebih baik. Musik mereka terinspirasi dari band seperti : Slayer, Lamb of God, The Black Dahlia Murder. Burgerkill, dan masih banyak lagi.


Visit:
Hegemony of God on Facebook
Hegemony of God on Reverbnation
Hegemony of God Phone : 087720034637
Hegemony of God Email :  hegemonyofgod666@gmail.com

Saturday, April 18, 2015

Video terbaru Chris Adler saat berlatih dengan Megadeth


Seperti yang telah kita ketahui bahwa setelah Dave Mustaine dikabarkan mengaudisi gitaris baru pada 10 Maret silam dan terpilihlah Kiko Loureiro (Angra), serta pemain drum baru Megadeth yang memunculkan nama Chris Adler (Lamb of God).


Video terbaru Chris Adler saat berlatih dengan Megadeth untuk lagu baru bisa kalian lihat dibawah ini:


Friday, April 17, 2015

Pantera | New Wave of American Heavy Metal


Pantera, ya! Masih adakah yang belum mengenal mereka?. Pantera adalah sebuah band heavy metal dari Arlington, Texas. Pantera dibentuk pada tahun 1981 oleh dua orang Abbott bersaudara yakni Vinnie Paul (Drum) dan gitaris Dimebag Darrell bersama dengan vokalis Terry Glaze. Bassist Rex Brown bergabung dengan band pada tahun berikutnya, setelah ia resmi menggantikan personil bass Tommy D. Bradford. Setelah memulai sebagai band glam metal, Pantera merilis empat album selama tahun 1980. Mencari suara baru dan lebih berat, Pantera kemudian menganti Glaze dengan Phil Anselmo pada tahun 1987. Dengan album kelima, tahun 1990-an Cowboys from Hell, Pantera memperkenalkan suara Groove Metal. Album keenam, 1992 Vulgar Display Power, Pantera memamerkan suara yang lebih berat. Far Beyond Driven (1994) memulai debutnya di nomor satu di Billboard 200.

Ketegangan mulai muncul antara anggota band saat Anselmo menjadi kecanduan heroin pada tahun 1995, yang hampir menyebabkan kematiannya pada tahun 1996 setelah overdosis. Ketegangan ini mengakibatkan sesi rekaman untuk The Great Southern Trendkill (1996) yang kemudian diadakan secara terpisah. Ketegangan berlangsung berlangsung selama tujuh tahun, di mana hanya satu album studio, Reinventing Steel (2000), yang berhasil direkam. Pantera melanjutkan hiatus pada tahun 2001, namun dibubarkan oleh dua bersaudara Abbott pada tahun 2003 di tengah masalah komunikasi dan kesimpulan mereka bahwa Anselmo tidak akan kembali ke band.

Abbott bersaudara kemudian melanjutkan untuk membentuk Damageplan, sementara Anselmo mulai bekerja pada beberapa project sampingan, termasuk Down di mana Rex Brown bergabung juga di project itu. Pada tanggal 8 Desember 2004, Dimebag Darrell ditembak dan dibunuh di atas panggung oleh penggemar gila saat konser Damageplan di Columbus, Ohio, dan harapan untuk reuni akhirnya gagal secara permanen.

Awal


Awalnya Pantera bernama Pantera’s Metal Magic, di mana Terry Glaze (gitar), Dimebag Darrell Abbott (gitar), dan Vinnie Paul Abbott (drum) adalah pendirinya. Formasi tersebut dilengkapi oleh dua orang anggota tidak resmi, yakni Donnie Hart (vokal), dan Tommy Bradford (bass). Mereka mulai menyingkat nama menjadi Pantera pada tahun 1982.

Hart kemudian meninggalkan band karena tidak setuju dengan perilaku anggota yang lain. Di titik itulah Terry Glaze kemudian mengisi posisi vokal yang ditinggalkan Hart. Darrell kemudian menjadi gitaris yang tersisa. Di tahun yang sama, Bradford juga hengkang. Posisinya digantikan oleh Rex Brown. Jalan glam metal yang ditempuh oleh Pantera menjadikan mereka sebagai sebuah band underground favorit di wilatah Louisiana, Oklahoma, dan Texas.

Album pertama Pantera yang berjudul Metal Magic dirilis secara indie oleh label yang bernama sama dnegan judul albumnya. Album yang dirilis pada tahun 1983 itu direkam di Pantego Studios, dan diproduseri oleh Jerry Abbott (paman Paul dan Darrell).

Cover Album Metal Magic

Setahun setelahnya Pantera merilis album kedua berjudul Projects in the Jungle. Album tersebut dirilis di bawah label yang sama dan juga diproduseri oleh orang yang sama.

Cover Album Projects in the Jungle

Dua tahun setelahnya (1985), Pantera merlis I Am the Night. Album yang disebut terakhir ini menandai era di mana Pantera mulai merambah ke musikalitas yang jauh lebih keras dibandingkan album-album sebelumnya (meski banyak kritikus yang menganggap bahwa akar mereka masihlah menancap di glam metal).

Cover Album I Am the Night

Bergabungnya Phil Anselmo

Perubahan musikalitas Pantera terasa mulai 1986 dan 1987, di mana arah perubahan tidak bisa dilepaskan dari konteks yang sedang populer di ranah musik metal ketika itu. Naiknya popularitas thrash metal karena album Master of Puppets (Metallica), Reign in Blood (Slayer), Among the Living (Anthrax), dan Peace Sells … but Who’s Buying (Megadeth) ikut mempengaruhi Pantera.

Warna vokal Glaze yang sangat glam tidak lagi dirasa cocok bagi Pantera, hingga pada akhirnya dia dan anggota lainnya memutuskan untuk berpisah. Pantera mulai mencari vokalis lain, sementara Glaze membentuk sebuah band rock bernama Lord Tracy. Sebelum Phil Anselmo masuk pada tahun 1987, Pantera sempat mencoba vokalis lain seperti Matt L’Amour, Dave Peacock, dan Rick Mythiasin. Begitu bergabung, Anselmo langsung cocok dengan anggota Pantera lainnya.

Bergabungnya Anselmo dengan Pantera menandai perubahan musikalitas Pantera dari glam ke sesuatu yang lebih keras dan menyengat. Pada tahun 1988 mereka merilis sebuah album berjudul Power Metal, yang ketika itu didaulat sebagai album paling keras yang pernah dirilis Pantera. Power Metal pada dasarnya adalah album yang mencampurkan warna musik hard rock dan thrash metal, di mana terkadang dua gaya musik tersebut melebur dalam satu lagu.


Selain dimaknai sebagai titik balik Pantera, album Power Metal juga menandai sebuah entitas terakhir garapan Pantera yang dirilis secara indie. Pantera kemudian mulai melupakan era 1980-an. Empat album indie mereka tidak pernah dicatat di situs resmi Pantera. Keempatnya kini menjadi album-album yang sulit ditemukan.

Dimebag Darrell sempat ditawari untuk bergabung dengan Megadeth di tahun-tahun setelah Power Metal dirilis. Ketika itu Dave Mustaine membuka audisi gitaris untuk mengisi satu posisi lowong di Megadeth. Dimebag diundang, kendati dia kemudian memaksa Dave Mustaine untuk membawa Vinnie Paul bersamanya. Akan tetapi permintaan itu ditolah oleh Mustaine karena Megadeth ketika itu baru saja merekrut Nick Menza guna mengisi posisi drum. Secara otomatis, Dimebag tersisih dan Megadeth kemudian merekrut Marty Friedman.

Di tahun 1989 mereka membangun hubungan bisnis dengan Walter O’Brien (Concrete Management). Orang yang disebut terakhir ini menjadi manajer Pantera sampai mereka bubar di tahun 2003. Setelah ditolak sebanyak 28 kali oleh major label, Atco Records lah yang pertama kali merekrut Pantera. Label itulah yang kemudian merilis album Cowboys from Hell (1990) yang diproduseri oleh Pantera dan Terry Date.

 Cover Album Cowboys from Hell

Pada bulan September 1991, Pantera tampil bersama Metallica dan AC/DC di sebuah tur dengan tajuk ‘Monster in Moscow’. Konser tersebut pada intinya adalah sebuah perayaan atas kedatangan band-band Barat di Uni Soviet – yang waktu itu mulai membuka diri pada Barat dengan politik ‘perestroika’ dan ‘glasnot’-nya. Berlangsung di kota Moskow, konser tersebut dihadiri oleh lebih dari 500,000 orang.

Setelah Cowboys From Hell, gaya groove metal ala Pantera ditarik lebih jauh lewat album Vulgar Display of Power yang dirilis pada 25 Februari 1992. Dua single dalam album tersebut, yakni This Love dan Hollow sering diputar di radio Amerika Serikat, dan juga di stasiun musik seperti MTV. Album tersebut menempati tanggal lagu nomor 44 di Amerika Serikat. Sekitar bulan Juli 1992, nama “Dimebag Darrell” mulai digunakan, menggantikan “Diamond Darrell”. Lebih jauh lagi, Rex Brown juga mengganti nama panggungnya menjadi “Rexx Rocker”.

Cover Album Vulgar Display of Power

Setelah Vulgar Display of Power, Pantera kembali merilis Far Beyond Driven pada 22 Maret 1994. Album tersebut nangkring di tangga lagu nomor 1 di Australia dan Amerika Serikat. Single berjudul ‘I’m Broken’ dari album tersebut dinominasikan untuk penghargaan Grammy Award 1995 untuk kategori “Best Metal Performance”.

Cover Album Far Beyond Driven

Perpecahan

Perilaku aneh Anselmo mulai menampakkan wujudnya ketika Pantera kembali melakukan tur pada 1995. Bukan karena Pantera yang mulai populer, melainkan karena sakit punggung menahun yang menjadi alasan perilakuk anehnya itu. Anselmo kemudian mulai mencoba mengurangi rasa sakitnya itu dengan cara mengkonsumsi alkohol sebanyak mungkin, namun, seperti pengakuan Anselmo sendiri, alkohol malah membuat segalanya bertambah lebih buruk. Anggota Pantera lain dan Anselmo memilih untuk saling menjauh.

Dokter menyarankannya untuk mengikuti prosedur operasi guna menghilangkan sakit punggungnya, kendati waktu itu ada resiko yang harus ditanggung, yakni proses pemulihan yang berlangsung lama. Anselmo tidak mau mengambil opsi tersebut, dan dia kemudian mulai menggunakan heroin sebagai pemati rasa sakit. Keputusannya inilah yang kelak menimbulkan banyak masalah. Pernah suatu kali Anselmo mengatakan bahwa musik rap membela pembunuhan terhadap ras kulit putih. Dia tidak serius mengatakannya, sebab dia waktu itu dalam keadaan mabuk. Belakangan dia meminta maaf atas kata-kata tersebut.

Pada 22 Mei 1996, album The Great Southern Trendkill dirilis. Proses perekaman album itu menunjukkan bibit-bibit perpecahan lanjutan yang sudah disemai sebelumnya. Anselmo dan anggota Pantera yang lain mulai saling menjauhi diri. Ketika album masih dalam proses penggarapan, Phil Anselmo merekam vokalnya di studio milik Trent Reznor di New Orleans, sementara anggota Pantera yang lain merekam bagian mereka di studio di Dallas.

Cover Album The Great Southern Trendkill

13 Juli 1996 adalah momen buruk bagi Pantera. Anselmo mengalami overdosis, dan dia hampir mati karenanya! Itu terjadi sejam setelah sebuah gig dilangsungkan di Texas. Lolos dari maut yang membayang di sekitar gejala overdosis, Anselmo meminta maaf pada anggota Pantera yang lain. Dia waktu itu berjanji akan berhenti mengkonsumsi obat-obatan.

Tahun 1997 Pantera menerima penghargaan platinum untuk album Cowboys from Hell. Di tahun yang sama, Far Beyond Driven dan Vulgar Display of Power juga menerima penghargaan yang sama. Di tengah-tengah masalah kecanduan yang menimpa Anselmo, Pantera terus menerima anugerah penanda kejayaan, termasuk nominasi Grammy untuk kategori “Best Metal Performance”. Dua nomor, yakni ‘Suicide Note (Pt. I)’ (Trendkill) dan ‘Cemetery Gates’ (Cowboy) adalah nomor-nomor yang menerima nominasi dua tahun berturut-turut: 1997 dan 1998.

Bubar

Reinventing the Steel adalah album terakhir Pantera bersama Anselmo, yang dirilis pada 21 Maret 2000. Salah satu nomor dalam album tersebut, ‘Revolution Is My Name’, adalah nomor yang sekali lagi dinominasikan di Grammy (untuk kategori yang sama).

Cover Album Reinventing the Steel

Setelahnya Anselmo tampak tidak fokus pada Pantera. Dia banyak menggarap proyek musik sampingan, sehingga membuat waktunya di Pantera tampak terabaikan. Dua bersaudara Abbott kemudian membubarkan Pantera di tahun 2003 – tahun yang sama di mana album “Best Of” Pantera dirilis pada 23 September. Baik Vinnie Paul dan Dimebag Darrell waktu itu menganggap bahwa Anselmo tidak akan kembali ke Pantera.

Setelah pecahnya Pantera, Darrell dan Vinnie membentuk band baru Damageplan, dengan vokalis Pat Lachman dan bassis Bob Zilla. Kelompok ini merilis album pertama mereka, New Found Power, pada tanggal 10 Februari 2004. Album ini sukses secara komersial; lebih dari 44.000 eksemplar terjual dalam minggu pertama saja dan dalam waktu satu tahun lebih dari 100.000 eksemplar terjual.

 Damageplan

Tragedi melanda pada tanggal 8 Desember 2004. Damageplan tampil untuk mendukung album mereka di sebuah acara di Alrosa Villa di Columbus, Ohio saat, kurang dari satu menit ke set lagu pertama mereka, Nathan Gale, 25, pergi ke atas panggung dan menembak Darrell yang kemudian menyebabkan Darrel meninggal.

 Makam "Dimebag Darrell" Abbott

Musik

Gaya musik Pantera meliputi antara Groove Metal, Thrash Metal dan Alternatif Metal dan materi awal mereka telah digambarkan sebagai glam metal. Mereka juga telah berpengaruh terhadap perkembangan nu metal, metalcore, dan beberapa genre lainnya. Mereka juga telah disebut salah satu pelopor dari New Wave of American Heavy Metal.

Member Terakhir Pantera
  • Phil Anselmo – lead vocals (1986–2003)
  • "Dimebag Darrell" Abbott – guitar, backing vocals (1981–2003; died 2004)
  • Rex Brown – bass, backing vocals (1982–2003)
  • Vinnie Paul – drums (1981–2003)

Mantan Personil Pantera
  • Donnie Hart – lead vocals (1981–1982, rehearsal only) (unofficial member)
  • Terry Glaze – lead vocals (1982–1986); guitar, backing vocals (1981–1982)
  • Tommy Bradford – bass, backing vocals (1981–1982) (unofficial member)

Diskografi Pantera
  • Metal Magic (1983)
  • Projects in the Jungle (1984)
  • I Am the Night (1985)
  • Power Metal (1988)
  • Cowboys from Hell (1990)
  • Vulgar Display of Power (1992)
  • Far Beyond Driven (1994)
  • The Great Southern Trendkill (1996)
  • Reinventing the Steel (2000) 

Visit to Pantera Official Website


Thursday, April 16, 2015

Strangle Over Head Crew x BLank Boys Proudly Present "Hell in a Cell"

Strangle Over Head Crew x BLank Boys
Proudly Present

"Hell in a Cell"

30 Mei 2015 at Gedung Tenis Indoor Kridanggo Salatiga
Start : 13.00 - 22.00


Revenge the Fate
Viscral (Bekasi)
Samestreet (Bandung)
Resentment (Salatiga)
My Dinner Daze (Salatiga)
Vascular(Salatiga)
Caliber (Jakarta)
This Spring of Death (Bogor)
Stereokilla (Magelang)
Under Mother Feet (Salatiga)
Darkside (Magelang)
Silence Blood (Salatiga)
Happy April (Salatiga)
Strike and Stroke (Salatiga)
Remember in October (Salatiga)

Info Tiket:
Presale : 20K Terbatas (s/d tgl 30 april)
On The Spot : 25K

*Free Stiker + Poster*

Tiket Available at :
Salatiga: Helleluyah Merch
Solo: Origin Merch Solo & Belukar Rockshop

Visit:
Strangle Over Head Crew
Blank Boys


Gorgoroth | Black Metal Norwegia


Gorgoroth adalah band black metal Norwegia yang berbasis di Bergen. Dibentuk pada tahun 1992 oleh Infernus (yang juga satu-satunya anggota asli yang tersisa). Gorgoroth telah menandatangani kontrak dengan Regain Records dan telah merilis delapan full album studio.

Sebuah rekaman ulang dari album ketiga mereka "Under the Sign of Hell" dirilis pada 2011, dan album baru full-length "Instinctus Bestialis" dijadwalkan akan dirilis pada tanggal 8 Juni, 2015. Gorgoroth sekarang menandatangani kontrak dengan Soulseller Records.

Gorgoroth Logo

Gorgoroth dikenal karena lirik mereka yang terang-terangan bertema tentang setan dan anti-agama. Pendiri band dan gitaris Infernus secara terbuka menganggap dirinya "Menteri Setan di Bumi". Ia membentuk Gorgoroth untuk mengekspresikan keyakinan Satanisnya. Mantan vokalis Gaahl secara terbuka anti-Kristen. Dalam sebuah wawancara untuk film dokumenter 2005 Metal: A Headbanger's Journey, Gaahl ditanya apa yang menginspirasi musik Gorgoroth dan jawabannya hanya "Setan".

Diskografi :
  • A Sorcery Written in Blood (Demo 1993)
  • Promo '94 (Demo 1994)
  • Pentagram (Full-length 1994)
  • Antichrist (Full-length 1996)
  • The Last Tormentor (EP 1996)
  • Under the Sign of Hell    (Full-length 1997)
  • Destroyer, or About How to Philosophize with the Hammer     (Full-length 1998)
  • Incipit Satan (Full-length 2000)
  • Twilight of the Idols - In Conspiracy with Satan (Full-length 2003)
  • Ad Majorem Sathanas Gloriam (Full-length 2006)
  • Black Mass Kraków 2004 (Video 2008)
  • True Norwegian Black Metal - Live in Grieghallen (Live album 2008)
  • Quantos Possunt ad Satanitatem Trahunt (Full-length 2009)
  • Under the Sign of Hell (Full-length 2011)
  • Instinctus Bestialis (Full-length 2015)
Member Sekarang:
  • Infernus – guitar (1992–present)
  • Bøddel – bass (2007–present)
  • Tomas Asklund – drums (2007–present)
  • Atterigner – vocals (2012–present)
Mantan:
  • Hat - Vocal (1992–1995)
  • Pest - Vocal (1995–1997, 2008–2012)
  • Gaahl - Vocal (1998–2007)
  • Tormentor - Guitar (1996–2002, 2003: session, 2008–2012)
  • Apollyon - Guitar (2003–2004): session
  • Teloch - Guitar (2004–2005, 2007): session
  • Skagg - Guitar (2005): session
  • Kjettar - Bass (1993)[89]
  • Samoth - Bass (1993–1994)
  • Storm - Bass (1995)
  • Ares - Bass (1995–1997)
  • T-Reaper - Bass (1998–1999)
  • King ov Hell - Bass (1999–2006, 2007)
  • Goat Pervertor - Drum (1992–1994)
  • Frost - Drum (1994–1995, 2004–2005)
  • Grim - Drum (1995–1996; deceased)
  • Vrolok - Drum (1996–1998)
  • Sersjant - Drum (1999)
  • Ivar Thormodsæter - Drum (1999): session
  • Kvitrafn - Drum (2000–2004)
  • Frost - Drum (2001): session
  • Dirge Rep - Drum (2004–2007): session
  • Garghuf - Drum (2007): session
  • Vyl - Drum (2009–2011): session

Monday, April 13, 2015

Down for Life | Metal Surakarta


Down for Life adalah salah satu arsip penting scene metal kota Solo, Indonesia. Down for Life dibentuk di Surakarta, Jawa Tengah pada tahun 1998 oleh sang vokalis Stephanus Adjie, setelah ia keluar dari band Sabotase yang sebelumnya ia jalani.

Anggota pertama Down for Life ialah vokalis Stephanus Adjie, bassis Ahmad "Jojo" Ashari, drummer Anang Farid dan gitaris Imam Santoso. Pertunjukan pertama mereka berlangsung di awal tahun 2000 pada street punk gigs di Semarang. Perubahan line-up pertama terjadi ketika drummer Anang Farid meninggalkan band dan digantikan oleh Doddy. Penambahan gitaris juga terjadi dengan bergabungnya adik dari Imam, Sigit Pratama. Sepanjang karirnya, Down for Life memiliki beberapa line up perubahan sejak awal dengan Adjie dan Jojo menjadi dua anggota asli yang tersisa saat ini.


Down for Life butuh waktu hampir 8 tahun untuk merilis debut album mereka yang bertajuk "Simponi Kebisingan Babi Neraka". Album ini didahului oleh kepergian drummer Doddy dan kedatangan penggantinya, Wahyu "Uziel" Jayadi. Album tersebut dirilis pada tahun 2008 melalui Belukar Records. Album "Simponi Kebisingan Babi Neraka" dengan cepat mendapat perhatian dan sambutan hangat positif dari para fans, termasuk saya.


Cover album "Simponi Kebisingan Babi Neraka"

Track list pada album "Simponi Kebisingan Babi Neraka":
1. The Beginning 05:25    
2. Pembusukan Moralitas 03:30    
3. Elegi Lingkar Utopis 02:26    
4. Mistakes 04:08    
5. Tertikam Dari Belakang 04:40    
6. Ketakutan Tanpa Alasan 02:02    
7. Menuju Matahari 04:31    
8. Change 03:36    
9. Tanpa Rasa Lelah Terus Berusaha 02:54    
10. Pasoepati 04:08

Gitaris Imam Santoso dan Sigit Pratama meninggalkan Down for Life pada tahun 2010, tidak ada pilihan lain untuk Down for Life kecuali mencari pengganti. Kemudian Down for Life pun mengadakan audisi dan akhirnya merekrut dua gitaris, Rio Baskara dan Moses Rizky.

Pada Agustus 2011, Down for Life mulai masuk studio untuk melanjutkan merekam album kedua mereka yang diberi judul "Himne Perang Akhir Pekan". Setelah dua tahun melalui proses penggarapan dan menemukan label rekaman yang cocok, album "Himne Perang Akhir Pekan" akhirnya dirilis pada bulan September 2013 melalui Sepsis Records, didahului oleh single "Prosa Kesetaraan".

Cover album "Himne Perang Akhir Pekan"

Track listing pada album "Himne Perang Akhir Pekan"

1. Panis Angelicus (Intro) 03:41    
2. Prosa Kesetaraan 05:37
3. Air Udara Api Tanah 05:57
4. Tech(No)Logic 08:11
5. Pesta Partai Barbar 03:19
6. Village to Previllege 05:47
7. One Town One Crown 03:28
8. Kami Adalah Api 06:43
9. Liturgi Penyesatan 05:07
10. The Counterfelt 05:50
11. Pasukan Babi Neraka 04:34
12. Alleluya 03:18

Pada saat album ini dirilis pada bulan September 2013, Down for Life tampil di Rock In Solo Festival. Sebelumnya, mereka juga telah bermain di festival metal Indonesia lainnya termasuk Bandung Berisik tahun 2011, dan Hammersonic Metal Fest pada tahun 2013.

Salah satu lagu garapan mereka berjudul Pesta Partai Barbar masuk dalam CD Bonus kompilasi Majalah Metal Hammer edisi Juni 2013 yang dikurasi oleh musisi metal papan atas, Max Cavalera.

Metal Hammer merupakan majalah metal asal Inggris yang diterbitkan secara internasional. Pada Edisi Juni 2013, Max Cavalera memilih 15 band yang dianggap mumpuni dan memberi warna baru di kancah percaturan musik cadas.

CD Bonus kompilasi bertajuk Slave New World berisi 15 lagu dari 15 band di seluruh dunia. Yang patut dibanggakan metalhead tanah air, 12 band metal asal Indonesia tembus dalam ketatnya proses kurasi mantan vokalis Sepultura yang sudah melahirkan band-band metal besar ini.

Ke-12 band yang ada dalam kompilasi tersebut didominasi oleh band asal Bandung. Sedangkan tiga lainnya yakni Amogh Symphony berasal dari India, From The Vastland asal Iran dan Lody Kong dari Arizona, Amerika Serikat.

Personil Down for Life saat ini:
  • Stephanus Adjie – vocals
  • Ahmad "Jojo" Ashari – bass guitar, backing vocals
  • Rio Baskara – guitars
  • Moses Rizky – guitars
  • Wahyu "Uziel" Jayadi - drums
Mantan Personil Down for Life:
  • Doddy - Drums
  • Anang Farid - Drums
  • Wahyu "Uziel" Jayadi - Drums
  • Sigit Pratama - Guitars
  • Moses Rizky - Guitars
  • Imam Santoso - Guitars
Visit:
Down for Life Official Website
Down for Life on Twitter

Friday, April 10, 2015

Supernova of Osiris | Electronica Metal


Supernova of Osiris telah menyatukan lima anak muda dari Jakarta, Indonesia. Mereka tumbuh secara konsisten dan membawa sesuatu yang baru, perpaduan Electronica dan Heavy Metal.
Kata-kata tidak memiliki makna tapi mereka percaya bahwa Osiris adalah nyata, yang terdiri dari lima teman baik yang berasal dari Jakarta, Indonesia.

Supernova of Osiris Logo

Sebagian besar anggota band telah tumbuh dan bermain musik sejak kemarin, tapi mereka memiliki pemikiran yang cerdas dan mereka tidak akan membiarkan usia muda mereka bodoh.

Band ini menggabungkan beragam unsur musik dan teknik untuk membuat suara gairah mereka sendiri.

Supernova of Osiris telah merilis Album EP yang bertajuk "Journey". Kalian bisa streaming dibawah ini :


Lebih lengkapnya disini

Member Supernova of Osiris :
  • Saldy Schertian - Vokal dan Bass
  • Byan Harahap - Key dan Synth
  • Aria Surya - Gitar
  • Admiral Ramadhan - Gitar

Tuesday, April 7, 2015

Xtreme Merch | "Pria Itu Moshing Bukan Dancing"

Xtreme Merch Proudly Present

"Pria Itu Moshing Bukan Dancing"
16 Mei 2015
At Gedung Ramanda Depok



With special performance :

  • Radang Kelamin
  • Lost Another
  • Kilometer
  • Bipolar
  • Cranium at Hell
  • Other Side
  • Rivals Attack
  • Sanskerta
  • Holy Killer
  • Division Tigabelas


Need more band Heavy Metal, Hardcore, Grindcore, Black Metal, Deathcore, ThrashMetal and etc.

More Info:
Xtreme Merch Call - 081310877341

Saturday, April 4, 2015

Palu Death Metal & Volca Records Present Split Album 'The Venom'

Palu Death Metal (PDM) bekerjasama dengan Volca Records sedang mengerjakan peluncuran split album, dengan merangkul 3 band yang terdiri dari Necromancy (Death-Metal), Death of Christ (Death-Metal), dan Scarhead Barricade (Grindcore).


Masing-masing dari band tersebut akan memuat tiga lagunya, yang akan dikemas dalam sebuah album split bertajuk The Venom. Rencananya album yang dirilis itu akan diproduksi dalam bentuk fisik atau compact disk (CD) sebanyak 100 keping, yang juga akan disertai dengan merchandise kaos. Selain itu direncanakan akan ada gelaran acara perilisan yang diselenggarakan tanggal 9 Mei 2015 mendatang bersama beberapa band lainnya.

Pada dasarnya, seperti yang dikatakan oleh tim produksi split album The Venom, bahwa perilisan ini bertujuan untuk eksistensi komunitas musik melalui karya yang dihasilkan, sehingga dapat membangkitkan gairah bermusik, dan pemahaman tentang musik itu sendiri di kalangan komunitas atau seniman perseorangan yang berada di Kota Palu.

More Visit Volca Record

Thursday, April 2, 2015

Chaos from Madness | Deathcore Tabalong, Kalimantan Selatan


Chaos from Madness, sebuah band dari tanjung tabalong kalimantan selatan yang berdiri pada tanggal 01/12/11,dengan mengusung aliran Deathcore.

Line up Chaos from Madness saat ini:
  • Luqman (vox)
  • Ando (gitar)
  • Arie (gitar)
  • Endy (bass)
  • Habel (drum)

Chaos from Madness mempunyai sebuah lagu berjudul 'matilah kalian'. Lagu yang terinspirasi dari manusia munafik yang ada di sekitar kita semua.

Chaos from Madness Logo

Chaos from Madness hanyalah sekumpulan anak-anak remaja ingusan yang ingin menjadi dewasa di tanah permusikan, gak ada yang spesial dari kami, kami berharap band ini bisa diterima oleh masyarakat, begitu tegasnya (Chaos from Madness).

Visit:
Chaos from Madness on Reverbnation
Chaos from Madness on Twitter

Saturday, March 28, 2015

Palu North Syndicate | Extreme Day | 5 April 2015

World Rock Proudly Present
Palu North Syndicate
Extreme Day (05 April 2015)


Extreme Day merupakan event tahunan dari Palu North Syndicate. awalnya event ini dirancang hanya untuk party atau gigs biasa-biasa saja. Namun karena banyaknya dukungan dan support dari teman-teman scane lain yang ada dikota palu untuk membuat event ini jauh lebih dari sekedar gigs.

Maka dikonseplah Extreme Day menjadi sebuah festival atau Big gigs in palu yang hanya akan hadir setahun sekali. Extreme Day pertama kali diselenggarakan digedung olah seni pada tanggal 14 juni 2014 dengan menampilkan kurang lebih 30 band indie kota palu, dengan pengujung hampir seribu lima ratus orang penonton.

Belajar dari kesuksesan tahun kemarin, maka Extreme Day ini bertujuan ingin kembali membuat Extreme Day dengan konsep yang lebih matang dan lebih meriah dan pastinya ingin mendatangkan band dan penonton yang lebih banyak dari tahun kemarin.

Tahun ini Extreme Day akan diselenggarakan di Lapangan Pelita, Taipa - Palu, Indonesia. Tiket Extreme Day 2015 terbagi menjadi 3 kategori yaitu presale 1, presale 2 dan venue atau on the spot.

Presale 1 dijual mulai dari tanggal 1-28 februari dengan harga normal 20 ribu (sudah termasuk pajak). Presale 2 dijual mual dari tanggal 1 maret s/d 30 maret 2015. Harga normal 30 ribu rupiah (sudah termasuk pajak). Dan untuk tiket venue (on the spot) dijual dengan harga 35.000 ribu rupiah. Tiket presale yang kalian beli akan ditukarkan dengan gelang sebagai tanda masuk ke venue extreme day 2015. Untuk pembelian tiket presale extreme day 2015 bisa kalian dapatkan di World rock distro, syndicate merch, battleboom store dan direfresho.

Line up Extreme Day:

1. Revenge the Fate
2. We made Disaster
3. Revenge from Resurrection
4. Scarhead Barricade
5. Iklim
6. Me Eva
7. Imposimble (majene)
8. Under Grace (toraja)
9. Rezim
10. Pentatora
11. Sick stupid
12. Anatomi
13. Nganamte
14. Kb'18
15. Obsidian
16. Patesi
17. Cruciatus
18. Stemple Mouse
19. Soul Project
20. Etnis Pribumi
21. Steven Jhonson
22. Bubalus
23. Criminals Chaos
24. Patrick
25. Under Grave
26. Massacre for Revenge
27. Reverse Silence
28. Dreamer in Space
29. Rasis

More Info Visit: Extreme Day

High Volt TV | Aliran Distorsi Indonesia


HighVoltTV.com adalah sebuah acara baru yang bisa diakses secara gratis melalui YouTube. Episode perdananya akan diluncurkan pada hari Minggu, tanggal 5 April 2015.

HighVoltTV.com adalah karya sekelompok insan pecinta musik cadas yang ingin berkreasi dan bersumbangsih membangun jembatan penghubung dunia rock Merah Putih melalui sikap saling membantu, menghargai, dan menghormati.

Dengan tagline khasnya "Aliran Distorsi Indonesia", HighVoltTV.com menjadi sebuah wadah informasi sekaligus inspirasi guna memajukan komunitas aktif dan kreatif di Indonesia yang memiliki benang merah sebagai bagian dari Dunia Distorsi Merah Putih.

HighVoltTV.com mengulas seputar dunia distorsi Indonesia beserta elemen-elemen pelengkapnya seperti talents, music, lifestyle, communities, dan inspirational heavy metal professional figures.

HighVoltTV.com terdiri dari 4 segmen dengan total durasi 40 menit:

HighVolt Special Guest, Melanie Subono sebagai pembawa acara akan mewawancarai sejumlah musisi cadas Indonesia dan membahas berbagai aspek dan topik sekitar karya mereka. Termasuk diantaranya, karya musik, sisi kehidupan para musisi, serta pesan inspiratif yang dapat diambil oleh para pemirsa.

HighVolt Klips, menayangkan cuplikan singkat 15 video klip musik, yang dua diantaranya adalah video musik musisi indie cadas Indonesia. Selebihnya, ditayangkan juga video klip anyar dari berbagai genre music dari Pop Rock hingga Heavy Metal.

HighVolt News menyajikan berita menarik seputar dunia cadas, termasuk talents, music, film, comedy dan events, baik dari dalam maupun luar negeri.

HighVolt X Profile menampilkan sosok professional penggemar musik cadas yang memiliki karir mapan dibidangnya. Mereka akan berbagi insight tentang profesi mereka dan bagaimana aliran musik distorsi menginspirasi mereka.

Visit & Subscribe to High Volt TV NOW! \m/

Tuesday, March 24, 2015

Baobab Wizard | Blackened Crusty Punk Bali


Baobab Wizard, sebuah band dengan mengusung aliran Blackened Crusty Punk yang terbentuk pada awal tahun 2015 di Bali ini beranggotakan:
  • Monroe Escargot (Guitar/Vocal)
  • King Afrocalypus (Guitar/Vocal)
  • Kech Ratman (Bass)
  • Marus Zamurat (Drum)
Baobab Wizard juga sudah mulai aktif ikut berpartisipasi dalam serangkaian acara-acara di Kota Bali.

Berawal dari keinginan membentuk suatu konsep musik yang berbeda di skena permusikan Bali maka terbentuklah sebuah band yang bernama Baobab Wizard.


Nama "Baobab" diambil dari nama sebuah pohon unik di Afrika yang memiliki ukuran yang sangat besar, sedangkan “Wizard” dalam bahasa Indonesia memiliki arti penyihir dan bagi mereka dengan nama Baobab Wizard ini diharapkan akan memberikan nuansa yang berbeda serta mampu memberi pengaruh atau inspirasi bagi penikmat maupun pelaku di arena musik cadas tanah air.

Sampai saat ini Baobab Wizard telah merilis beberapa single secara digital yakni bertajuk 'Baobab Wizard', 'Now Born Blasphemer', 'Pertiwi Kroda', 'Rwa Bhineda'. Masih ada beberapa single yang belum mereka rilis dan rencananya mereka akan segera merampungkan Mini Album.

Visit:
Baobab Wizard Facebook
Baobab Wizard Reverbnation
Baobab Wizard Call : 081 999 227 721 (King Afrocalypus)
Baobab Wizard E-mail : baobabwizard@gmail.com

Monday, March 23, 2015

Bloody or Paramedic | Death Metal Cileungsi



Bloody or Paramedic terbentuk tanggal 20 juni 2012 dari sudut Kota Bogor, tepatnya Cileungsi. Bloody or Paramedic sering juga mendapat julukan atau singkatan BOP, memainkan musik-musik seputaran genre Death Metal.

Bloody or Paramedic Logo

Bloody or Paramedic telah melewati berbagai event-event lokal mulai dari yang kecil sampai yang lumayan besar.

Inilah Personil dari Bloody or Paramedic:
  • Feri (vokal 1)
  • Tomi (vokal 2)
  • Aditya (gitar 2)
  • Firdaus (gitar 1)
  • Dede (bass)
  • Hafis (drum)

Friday, March 20, 2015

Mengenal Legenda Black Metal Norwegia, Mayhem



Mayhem adalah band Black Metal Norwegia yang dibentuk sejak  1984 di Oslo. Mayhem dianggap sebagai salah satu pelopor dari perkembangan Black Metal Norwegia. Karir Mayhem sendiri kontroversial, terutama karena penampilan panggung mereka yang memiliki unsur kekerasan. Tahun 1991 tindakan bunuh diri dari vokalis Per Yngve Ohlin ("Dead") dan tahun 1993 pembunuhan gitaris Øystein Aarseth ("Euronymous") oleh mantan anggota Varg Vikernes ("Hitung Grishnackh "), dari Burzum.

Mayhem telah merilis demo dan EP yang sangat berpengaruh, dan mengumpulkan pengikut setia melalui setiap pertunjukan live sporadis dan terkenal, menarik perhatian lebih lanjut melalui hubungan mereka dengan serangkaian pembakaran gereja di Norwegia dan insiden kekerasan yang menonjol di sekitar mereka.

Mayhem bubar setelah pembunuhan Aarseth, tak lama sebelum rilis album debut mereka yang bertajuk "De Mysteriis Dom Sathanas", album yang dianggap sebagai genre black metal klasik.

Musik Mayhem sangat dipengaruhi genre black metal dan mereka juga berperan penting dalam pergerakan adegan Heavy Metal.

The True Mayhem Logo

Mayhem didirikan pada tahun 1984 oleh gitaris Øystein Aarseth (dikenal awalnya sebagai "Destructor", kemudian ganti lagi jadi "Euronymous"), bassist Jørn Stubberud ("Necrobutcher") dan drummer Kjetil Manheim, mengambil nama band mereka dari lagu Venom yang berjudul "Mayhem with Mercy". Para anggota Mayhem terutama dipengaruhi oleh kelompok-kelompok seperti Venom, Motorhead, Black Sabbath, Slayer, Bathory dan Celtic Frost. Line-up awal ini mulai memainkan lagu-lagu (cover) Black Sabbath, Venom, Motorhead dll. Kemudian merekam demo yang berjudul "Pure Fucking Armageddon". Setelah rilis, Aarseth, yang biasa bermain vokal, bersama dengan Stubberud, selama latihan studio demo pertama, merekrut dua vokalis sesi, Eirik Norheim ("Messiah") dan Sven Erik Kristiansen ("Maniac"), masing-masing pada tahun 1986 dan 1987. Norheim bermain vokal hanya untuk konser, yang berlangsung pada bulan April 1986 di Ski, dan pada akhir tahun itu ia berhenti Mayhem. Dengan Kristiansen, Mayhem mencatat EP pertama yang bertajuk "Deathcrush", pada tahun 1987, dan dirilis melalui label Posercorpse Music.

Pure Fucking Armageddon

Awal rilis album EP "Deathcrush" hanya 1000 kopi dan ternyata cepat sekali terjual habis. Album EP tersebut kemudian diterbitkan kembali pada tahun 1993 oleh yang baru berganti nama Deathlike Silence Productions. Manheim dan Maniac meninggalkan Mayhem pada tahun 1988.

Deathcrush

Pada tanggal 8 April 1991, 22 tahun Dead , bunuh diri di rumah yang dimiliki oleh Mayhem. Dia ditemukan oleh Euronymous dengan pergelangan terluka dan senapan ke kepala. Catatan/Surat bunuh diri ditinggalkan oleh Dead isinya "Maafkan semua darah, sorakan gembira" dan termasuk permintaan maaf karena menembakkan senjata di dalam ruangan. Euronymous, alih-alih memanggil polisi, lalu pergi ke toko terdekat dan membeli kamera sekali pakai untuk foto mayat. Salah satu dari foto-foto ini kemudian dicuri dan digunakan sebagai sampul album bootleg 'Dawn of the Black Hearts'.

Pada tanggal 8 April 1991, 22 tahun Dead (Mayhem), bunuh diri di rumah yang dimiliki oleh Mayhem. Dia ditemukan oleh Euronymous dengan pergelangan terluka dan senapan ke kepala. Catatan/Surat bunuh diri ditinggalkan oleh Dead isinya 'Maafkan semua darah, sorakan gembira' dan termasuk permintaan maaf karena menembakkan senjata di dalam ruangan. Euronymous, alih-alih memanggil polisi, pergi ke toko terdekat dan membeli kamera sekali pakai untuk foto mayat. Salah satu dari foto-foto ini kemudian dicuri dan digunakan sebagai sampul album bootleg 'The Dawn of the Black Hearts - Live in Sarpsborg, Norway 28/2, 1990'. Selama live dan tur dengan Mayhem, Dead berusaha keras untuk mencapai khasnya yang realistis seperti mayat, Dead mengubur pakaiannya sebelum konser dan menggalinya lagi untuk dipakai pada malam acara. Menurut drummer Mayhem Hellhammer 'Sebelum acara, Dead mengubur pakaiannya ke dalam tanah sehingga bisa mulai membusuk dan mendapatkan bahwa' aroma Dead adalah aroma 'Kuburan' dan seperti 'Mayat' saat di panggung. 'Ia bahkan meminta kami untuk menguburnya di tanah - ia ingin kulitnya menjadi pucat'. Selama tur dengan Mayhem mereka menemukan seekor burung gagak mati, yang telah dikumpulkan dan disimpan dalam kantong plastik oleh Dead. Dead sering membawa kantong itu di samping dia dan sesekali mencium burung sebelum konser, dan dalam rangka untuk bernyanyi supaya tercium 'dengan bau kematian di hidungnya.


 Cover : The Dawn of the Black Hearts - Live in Sarpsborg, Norway 28/2, 1990

Kematian Dead membuat Necrobutcher terpukul, sampai kemudian dia memutuskan untuk meninggalkan Mayhem. Hengkangnya Necrobutcher membuat popularitas Mayhem menurun. Posisi Necorbutcher digantikan oleh Occultus, yang kemudian terlibat dalam penggarapan album debut berjudul "De Mysteriis Dom Sathanas". Kendati demikian, Occultus hanya bergabung sebentar saja. Euronymous yang tampak tidak suka dengan kehadirannya mengeluarkan ancaman pembunuhan yang membuah sang anggota baru itu hengkang dari Mayhem. Mayhem merilis album berjudul "Live in Leipzig" pada bulan Juli 1993, yang merupakan album tribute untuk Dead.

Beberapa waktu kemudian, pada tahun yang sama, Mayhem merencanakan album "De Mysteriis Dom Sathanas" dan melakukan rekaman untuknya. Aarseth (“Euronymous”) mengajak lebih banyak musisi untuk bergabung, yakni Varg Vikermes, Snorre W. Ruch, dan vokalis bernama Attila Csihar yang menggantikan Ohlin. Sebagian besar proses perekaman album dilakukan pada bulan-bulan awal tahun 1993 di Grieg Hall di Bergen. Sebelum album dirilis, Vikernes dan Aarseth melakukan konspirasi untuk meledakkan katedral Nidaros, di mana mereka berdua berencana memakai kejadian tersebut sebagai sampul album Mayhem berikutnya. Namun pembunuhan terhadap Aarseth pada tahun 1993 membatalkan rencana tersebut, dan juga menunda perilisan album "De Mysteriis Dom Sathanas" tersebut.

Tepatnya pada 10 Agustus 1993, terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh Vikernes terhadap Euronymous. Di malam pembunuhan itu, Ruch dan Vikernes mendatangi apartment Aarseth di Oslo. Singkat cerita, konfrontasi terjadi di antara mereka, yang berakhir dengan tusukan pecahan botol yang berakibat fatal bagi Aarseth. Jenazah Aarseth ditemukan di luar apartemennya, dengan beberapa luka tusuk.

Dalam pembelaannya, Vikernes mengaku bahwa apa yang dilakukannya adalah tindakan bela diri terhadap agresifitas Aarseth. Vikernes ditangkap beberapa hari kemudian, dan kemudian dihukum selama 21 tahun penjara untuk dakwaan pembunuhan dan perusakan gereja. Sementara Blackthorn (Ruch) dihukum 8 tahun penjara, kendati pada malam pembunuhan Aarseth dia hanya menunggu Vikernes di bawah tangga sambil merokok. Ketika itu Mayhem hanya menyisakan Hellhammer, yang praktis membuat band tersebut mengalami hiatus.

De Mysteriis Dom Sathanas dirilis pada tahun 1994; sebuah album yang didedikasikan untuk Aarseth. Album tersebut sempat ditunda perilisannya, oleh karena komplain dari orang tua Aarseth yang keberatan dengan Vikernes yang memainkan bagian bass di album tersebut.

Cover album "De Mysteriis Dom Sathanas"

Akhir tahun 1995 merupakan momen di mana Mayhem kembali, berkat inisiatif Hellhammer. Dia mereformasi Mayhem bersama gitaris baru bernama Rune “Blasphemer” dan dua anggota Mayhem sebelumnya, yakni Necrobutcher dan Maniac. Meski demikian, ketika itu banyak kalangan yang skeptis terhadap rencana reformasi, di mana mereka tidak yakin segala hal akan berjalan baik tanpa Aarseth. Meski demikian, mereka terus berjalan.

Mayhem kembali ke aktivitasnya dengan merilis Wolf’s Lair Abyss pada tahun 1997 dalam bentuk EP. Dirilisnya EP ini kemudian diikuti oleh tur Eropa di beberapa negara, termasuk di Italy. Tur Eropa mereka sempat menampilkan Csihar. Penampilannya direkam untuk album live berjudul Mediolabum Capta Est yang dirilis pada tahun 1997.

 Wolf’s Lair Abyss

Sayang sekali pada fase 1995-2004 Mayhem didakwa sebagai band yang menyebarkan virus Neo-Nazisme. Opini ini dibentuk oleh pernyataan berbau rasisme yang dilontarkan oleh Hellhammer dan juga penggunaan simbol-simbol Nazi di setiap sesi latihan mereka. Kendati demikian, Hellhammer memberi pernyataan penting pada waktu, bahwa tidak ada satupun anggota Mayhem ketika itu yang berstatus sebagai satanist.

Album studio kedua dari Mayhem yang berjudul Grand Declaration of War dirilis pada tahun 2000. Album ini merupakan album konseptual yang dipengaruhi oleh prog-metal dan avant-garde metal. Tema pada album ini berputar di antara kehancuran post-apocalyptic dan paska perang. Vokal Maniac terasa penuh di sini, oleh karena dia meninggalkan warna vokal khas black metal tradisional, dan menggantikannya dengan monolog, yang diucapkannya dalam sekuen-sekuen imagery yang enak didengarkan.
Jurnal Headbanger - Grand Declaration of War

Grand Declaration of War

Mayhem kemudian merilis album Chimera pada tahun 2004. Album yang satu ini menunjukkan kembalinya mereka ke trahnya sebagai band yang menghasilkan warna suara yang terdengar mentah-tak-diolah, namun dikombinasikan dengan nilai-nilai musikal yang progresif. Maniac meninggalkan Mayhem pada tahun 2004, di mana posisinya kemudian digantikan oleh Csihar. Maniac ditendang keluar karena masalah kecanduan alkohol.

Chimera

Album ke-empat Mayhem bertajuk "Ordo Chao" ("Order to Chaos"), dirilis pada bulan April 2007. Album ini mendapat review yang kuat dan tertinggi charting album Mayhem, serta memuncak pada Nomor 12 di tangga lagu Norwegia. Pada awal tahun 2008 album "Ordo Chao" ini memenangkan Spellemannprisen, penghargaan dari untuk "Best Metal Album" tahun 2007.

"Ordo Chao" ("Order to Chaos")

Pada bulan April 2008, Blasphemer mengumumkan rencananya untuk meninggalkan band. Kinerja terakhirnya di grup pada bulan Agustus. Dia juga bekerja dengan band Portugis Ava Inferi.

Rencana tur kemudian segera diumumkan pada halaman web band beberapa minggu setelah berakhirnya Mayhem dengan Blasphemer. Pada bulan Oktober 2008, Krister Dreyer ("Morfeus") dari Dimension F3H dan Limbonic Art bergabung dengan Mayhem sebagai gitaris tur untuk "South America Fucking Armageddon".

Mayhem melakukan tur mulai akhir 2008 dan 2009 dengan lineup ini, sebelum mengumumkan dengan Silmaeth musisi Perancis, sebagai gitar tur kedua.

Pada November 2009, Mayhem sempat ditangkap di Tilburg, Belanda, setelah menghancurkan sebuah kamar hotel saat tur. Gitaris Norwegia Teloch diganti Silmaeth bulan Februari 2011.

Menurut Necrobutcher, album Mayhem baru dalam karya-karya [46] Dalam sebuah pesan dari Hellhammer pada halaman Facebook Mayhem ini (tanggal 2 Agustus 2013), band yang sedang "drum rekaman untuk merekam Mayhem baru;. 7 trax bawah; 6 pergi ".

Pada November 2013, album baru telah di mixing, dan pada awal tahun 2014 diharapkan dapat dirilis. Pada tanggal 18 Februari 2014 Mayhem akan merilis album baru pada bulan Mei, dengan lagu baru "Psywar" yang tersedia untuk streaming. Hal itu disampaikan pada 20 Februari oleh label rekaman band, Season of Mist, bahwa album baru akan berjudul "Esoteric Warfare", dan akan dirilis pada tanggal 6 Juni.

"Esoteric Warfare"

Album baru "Esoteric Warfare" ini akhirnya telah dirilis pada tanggal 27 Mei.

Personil Sekarang:
  • Necrobutcher – bass (1984–1991, 1995–Sekarang)
  • Hellhammer – drums, percussion (1988–1993, 1995–Sekarang)
  • Attila Csihar – vocals (1992–1993, 2004–Sekarang)
  • Teloch – guitars (2011–Sekarang)
  • Ghul – guitars (2012–Sekarang)
Mantan Personil:
  • Euronymous – guitars (1984–1993; died 1993), vocals (Pure Fucking Armageddon's rehearsals)
  • Manheim – drums, percussion (1984–1988)
  • Dead – vocals (1988–1991; died 1991)
  • Maniac – vocals (1987–1988, 1995–2004)
  • Blasphemer – guitars (1995–2008)
  • Torben Grue[51] – drums, percussion (1988)
  • Kittil Kittilsen[51] – vocals (1988)
  • Varg Vikernes - Bass (1992-1993)
Mantan Personil (Tur):
  • Alexander Nordgaren – guitars (1997–1998)
  • Sanrabb – guitars (2004)
  • Ihizagh – guitars (2004–2005)
  • Morfeus – guitars (2008–2012)
  • Silmaeth – guitars (2008–2011)
Diskografi:
  • Deathcrush (1987)
  • De Mysteriis Dom Sathanas (1994)
  • Wolf's Lair Abyss (1997)
  • Grand Declaration of War (2000)
  • Chimera (2004)
  • Ordo ad Chao (2007)
  • Esoteric Warfare (2014)
Videografi:
  • Live in Ski (1986)
  • Rehearsal 1988 (1988)
  • Live in Bischofswerda (1998)
  • European Legions: Live in Marseille 2000 (2001)
  • Mayhem - Cult of Aggression (Norwegian/Swedish documentary by Stefan Rydehed) (2002)
  • Appearance in Metal: A Headbanger's Journey (2005)
  • Appearance in BBC One World episode Death Metal Murders (2005)
  • Pure Fucking Mayhem (English documentary by Stefan Rydehed) (2008)
  • Until the Light Takes Us (American documentary by Aaron Aites/Audrey Ewell) (2008)
Visit:
Mayhem on Facebook
Mayhem on Instagram
Mayhem Official Website

Monday, March 16, 2015

DeadSquad


DeadSquad ialah salah satu band Technical Death Metal tanah air yang berdiri sejak tanggal 29 Agustus 2006. Pada awalnya band ini hanyalah sebuah band project yang berencana memainkan lagu – lagu dari band - band oldschool metal seperti Slayer, Anthrax dan Sepultura. Pada saat itu berpersonil: Stevie (Gitar) ex-Step Froward, Ricky (Gitar) Seringai, Bonny (Bass) ex-Tengkorak, dan Andyan (Drum) ex-Siksakubur. Ternyata Ricky tidak bisa bertahan lama karena kesibukannya. Setelah berjalan latian beberapa lama band ini lebih dari sekedar band project dan mulai memfokuskan untuk membuat lagu - lagu sendiri.

Bulan Juni 2006 Prisa ex–Zala bergabung. Atas kesepakatan bersama pada 29 Agustus 2006 terbentuklah nama "DeadSquad". Berlanjut dengan pencarian vokalis, setelah beberapa kali mencoba akhirnya DeadSquad mendapatkan Babal (Alexander) yang resmi bergabung pada oktober 2006. Awal tahun 2008 Prisa keluar dari band.

DeadSquad Logo

Setelah berjalan sekian lama dengan konsep satu guitar , akhirnya pada bulan oktober 2008 , DS menemukan sosok guitarist yang di nilai sangat mumpuni untuk mengisi kekosongan yang ada pada salah satu lini guitar yaitu Coki Bollemeyer (Netral)  dan pada bulan yang sama Daniel (Abolish Conception)  bergabung dalam line up terbaru band ini menggantikan Babal.

Pada 9 Maret 2009 DeadSquad Merilis Album pertamanya dengan title "Horror Vision" melalui Rottrevore Records dan langsung mendapat respon yang sangat baik dari komunitas indie maupun non indie. Rangkaian panggung dan tour pun semakin banyak dilakukan.

"Horror Vision" Album 2009


Track List "Horror Vision":
1. Pasukan Mati 03:57
2. Dimensi Keterasingan 02:14
3. Sermon of Deception 02:59
4. Dominasi Belati 03:45
5. Hiperbola Dogma Monoteis 02:29
6. Manufaktur Replika Baptis 04:05
7. Arise (Sepultura cover) 02:34
8. Horror Vision 04:04

Kemudian pada tanggal 30 November 2013 DeadSquad kembali merilis lagi untuk album yang ke dua mereka dengan titel "Profanatik". Album ini dirilis melalui Armstretch Records.

 "Profanatik" Album 2013


Track List "Profanatik":
1. Ode Kekekalan Pusara 04:18
2. Anatomi Dosa 03:29
3. Natural Born Nocturnal 03:22
4. Merakit Sakit 03:11
5. Patriot Moral Prematur 03:33
6. Altar Eksistensi Profan 03:18
7. Misantropis 02:40
8. Jurnal Gagak 03:39


"Tyranation" Album 2016

Album ketiga ini dirilis tanggal 30 Oktober 2016, menyusul gelar acara peluncuran di Kemang, Jakarta tanggal 20 November 2016. Sedianya "Tyranation" akan dirilis sekitar bulan Maret 2016, tetapi karena situasi dan kondisi yang belum mendukung dan tidak memungkinkan, terutama dengan hal yang berkaitan dengan proses mixing, mastering dan sound engineering, maka album ini baru dapat digarap sekitar bulan Agustus 2016. Padahal secara konsep, seluruh materinya telah siap di bulan Oktober 2016 tersebut. Secara musikalitas, Tyranation berkolaborasi dengan musisi-musisi dan seniman ternama yakni Andra Ramadhan (Andra and the BackBone) yang mengisi solo Gitar pada "Menyangkal Sangkakala", Arie Dagienkz atas kontribusi vokalnya pada lagu yang sama, Dewa Budjana (Gigi) pada "Apocalyps For Sale" dan Stephan Santoso (Musikimia) untuk Gitar sound engineering-nya, Sujiwo Tejo yang memberikan 'Mantra' dan nuansa kuno pada lagu pembuka "Enter the Wall of Tyranation - (Jancuk)", dan penutup "Hymn of Infinite Anxiety" hingga Adam Vladvamp dengan kontribusinya untuk background noise dalam album ini.

Kolaborasi ini merupakan langkah baru dalam perjalanan musikalitas DeadSquad dan merupakan bagian dari upaya pembuktian bahwa kebrutalan musik metal yang ekstrem tidak mengenal batas kreativitas dalam menghasilkan karya seni dan tetap menjadi refleksi diri. Proses penggarapan album ini terbilang unik, karena setiap kegiatan dan aktivitas di dalam studio didokumentasikan berupa jurnal video yang diunggah ke Youtube resmi DeadSquad dan jurnal video ini merupakan suguhan pra-album bagi para "PasukanMati" yang terdiri atas beberapa bagian. Proses kreatif dan musikalitas album ini menghadirkan sebuah konsep yang terinspirasi dari alter ego "The Wall" Pink Floyd atau "Ziggy Stardust" David Bowie (The Rise and Fall of Ziggy Stardust and the Spiders from Mars), yakni konsep yang banyak bercerita dari sudut pandang sang penulis Daniel Mardhany. Tyranation juga mereprentasikan ide dan interest dari masing-masing personel dari album digawangi oleh Stevie (Gitar), Andyan Gorust (Drum), Alan (Bass) dan Daniel (Vokal). Proses mixing dan editing album ini oleh Miko Valent dan Stephan Santoso serta mastering oleh Stephan Santoso.

Untuk mempromosikan album ini, Deadsquad bertolak ke Jepang dalam tur yang bertajuk DeadSquad Tyranation Over Japan 2016, kunjungan perdana ini dimulai pada 30 Oktober 2016, dengan tampil di Asakusa, Yokohama, Shinjuku dan penampilan penutup di Sangenjaya pada 3 November 2016.

Pada periode ini, formasi yang dianggap paling solid oleh "PasukanMati" akhirnya pecah, diawali dengan mundurnya Coki, sebagai gitaris bulan Desember 2015, karena fokus dengan kegiatan dan proyek musik di luar grup. Tetapi Coki juga memberikan kontribusinya di album ketiga pada "The Comfort of Retardation" dan solo pada "Tyranation". Posisi Coki akhirnya digantikan oleh Karis (ILP Project). Setahun lebih berselang, penabuh Drum Andyan Gorust mengikuti jejak Coki mengundurkan diri di bulan Februari 2017 menyusul pencabik Bass Alan sebulan kemudian yang resmi mundur bulan Maret 2017, baik Andyan Gorust dan Alan yang mundur karena fokus dengan kegiatan bermusik di luar Band yakni Hellcrust, pengunduran dirinya diumumkan melalui sosial media masing-masing.

Dengan mundurnya Coki, Andyan Gorust dan Alan, menyisakan Stevie dan Daniel sebagai personel inti DeadSquad. Untuk menggantikan lini belakang (Drum), Auliya Akbar (Revenge) didapuk menjadi penggebuk Drum, sementara posisi Bass diisi oleh Anak Agung Gde, yang keduanya terpilih melalui proses audisi untuk menempati kekosongan posisi yang ditinggalkan personel sebelumnya,[26] dengan session player (Bass) pada waktu itu adalah Welby (Carnivored). Baik Akbar dan Anak Agung Gde masing-masing berstatus additional player ketika tampil di acara "Jakarta Rockulture 2017" yang juga merupakan debut pertama mereka sekaligus rilis merchandise terbaru DeadSquad yakni sepatu "Abigail X DeadSquad" Tyranation Shoes. Acara ini diselenggarakan di Mal Kuningan City, Jakarta bertajuk "The Headbanger Years" dimeriahkan oleh 10 grup cadas tanah air salah satunya adalah DeadSquad. Tidak hanya sepatu, merchandise DeadSquad juga meliputi Skateboard dan Helm.[24] Dinamika pergantian personel terus berlanjut, di penghujung tahun 2017, Akbar memutuskan mundur bulan Desember 2017 untuk melanjutkan kegiatan dan aktivitasnya di luar grup, seusai acara sebuah komunitas di Kemang, Jakarta yang menjadikan panggung terakhirnya bersama DeadSquad. Posisi ini akhirnya dilanjutkan oleh Alvin Eka Putra (NOXA), sehingga akhirnya periode ini DeadSquad digawangi oleh Stevie (Gitar), Daniel (Vokal), Karis (Gitar), Anak Agung Gde (Bass) dan Alvin (Drum).

Dalam rangka promosi album split 3593 Miles of Everloud Musik! yang dirilis bersama band asal Jepang The Kandarivas, Deadsquad bertolak ke Jepang untuk kedua kalinya pada awal Juni 2018, tampil di kota-kota besar Jepang di Osaka, Nakano, Yokohama dan menutup rangkaian tur bertajuk Spawning Snakegoat Seeds Japan Tour 2018 ini di Shinjuku, Tokyo. Kemudian pada Oktober 2018, Deadsquad dan Burgerkill menyambangi Eropa yang bertajuk Super Invasion 2018 dengan tampil di lima negara yang dimulai sejak 15 Oktober 2018 ke Austria, Jerman, Swiss, Prancis dan berakhir di Belanda untuk tampil bersama Burgerkill sebelum kembali ke tanah air (sementara Burgerkill tampil di enam negara, berawal dari Prancis dan berakhir di Belanda). Tur Eropa ini sekaligus menambah dan memperluas jaringan sesama musisi maupun pelaku dalam industri musik. Kemudian tahun berikutnya, Deadsquad kembali menyambangi Jerman untuk tampil dalam pergelaran festival Death Feast Open Air 2019 di Andernach, yang digelar mulai 22 – 24 Agustus 2019 kali ini bersama band asal Bekasi, Viscral yang kemudian langsung melanjutkan tur yang bertajuk The Devourer European Tour 2019 ke Basel, Praha, Leipzig dan berakhir di Amsterdam pada 31 Agustus 2019.

Pada pertengahan September 2017, Deadsquad kembali menjalani tur luar negeri dengan merambah Korea Selatan, kali ini bersama band asal Eropa Vader (Polandia) dan Within Destruction (Slovenia). Dalam tur yang bertajuk Horror Profanation Over South Korea ini, Deadsquad tampil di dua kota yakni di Seoul dan Daegu pada 16 – 17 September 2017, dengan membawakan tembang-tembang andalan dari album Horror Vision hingga Tyranation, termasuk di antaranya "Anatomi Dosa", "Pasukanmati", "Patriot Moral Prematur" dan Manufaktur Replika Baptis".

2019 - Horror Vision Reunited

 

 
Instagram / stevi.item

 Berawal dari rencana untuk membuat 10 tahun "Horror Vision Show", hingga akhirnya terbentuk formasi reuni "Horror Vision" yakni Stevie, Coki, Andyan Gorust dan Bonny dengan berkumpul pertama kali di studio untuk latihan tanggal 5 Februari 2019, setelah sekian waktu berpencar dengan kesibukan masing-masing personel. Formasi ini tampil perdana di bilangan Bulungan Outdoor, Jakarta tanggal 10 Maret 2019 yang bertajuk "DeadSquad Horror Vision Reunited 2019" yang digelar oleh FireFest. DeadSquad tampil dengan dua formasi, formasi baru dan formasi reuni. Acara ini dimeriahkan oleh band-band cadas lainnya seperti Paper Gangster, Poison Nova, Noxa, Carnivored, Viscral, dan Revenge The Fate.

2021 - Hengkangnya Daniel dan Singel

Tak lama setelah rilis singel yang bertajuk Paranoid Skizoid tanggal 9 Juli 2021, Daniel Mardhany (vokalis) keluar dari band setelah 12 tahun bersama Deadquad, menyusul pemberitahuan yang diunggah pada akun instagram resmi band. Sebelumnya, Deadsquad sempat berkolaborasi dengan Isyana Sarasvati dalam gelaran festival "I Don't Give A Fest (IDGAF)" yang diselenggarakan awal April 2021, menjadikan penampilan publik terakhir Daniel bersama band. Perubahan formasi ini tidak menghalangi proses penggarapan album yang tengah dikerjakan band dengan merekrut Agustinus Widi (Genocide) yang cuplikan video penggarapan albumnya diunggah pada akun resmi band.

Tak lama setelah keluarnya Daniel, menyusul bassis Welby Cahyadi yang juga mengikuti jejak Daniel pada bulan yang sama dan posisinya diteruskan oleh Shadu Rasjidi (ILP), sehingga formasi Deadsquad pada akhir 2021 digawangi oleh Stevie (gitaris), Karis (gitaris), Roy Ibrahim (drummer), Agustinus Widi (vokalis) dan Shadu Rasjidi (bassis). Formasi baru ini lalu meluncurkan singel yang bertajuk "Curse of The Black Plague" pada 31 Oktober 2021, sekaligus menuntaskan penggarapan album yang akan diberi judul Catharsis dengan penampilan publik perdana Deadsquad dalam gelaran acara yang hanya dihadiri undangan terbatas, bertajuk Deadsquad Catharsis Listening Party pada 6 November 2021 dengan membawakan materi tembang dari album yang akan dirilis. Dipenghujung 2021, Deadsquad berkolaborasi dengan Isyana Sarasvati dalam menggarap daur ulang tembang "Il Sogno", kemudian dirilis dalam bentuk singel melalui platform digital pada 27 Desember 2021.

2022 - sekarang

Awal tahun 2022, kolaborasi Deadsquad dengan Isyana atas singel "Il Sogno" yang telah dirilis sebelumnya pada akhir 2021, kemudian diluncurkan dalam bentuk video musik, melalui kanal Youtube resmi Isyana pada 27 Januari 2022.

Tak lama setelah merilis Catharsis pada Februari 2022, formasi Deadsquad kembali berganti dengan masuknya Vicky Mono (Suarahgaloka, ex-Burgerkill) menggantikan Agustinus Widi yang mengundurkan diri. Perubahan formasi ini diumumkan melalui media sosial band pada Juli 2022, bersamaan dengan perilisan singel yang bertajuk "Enigmatic Pandemonium" yang liriknya ditulis oleh Vicky.

Genre utama DeadSquad ini adalah Death Metal, dicampur dengan technical dan old-school. Pada awal karir, mereka memainkan lagu-lagu dari Slayer, Anthrax, dan Sepultura. Mereka juga dipengaruhi oleh Necrophagist, Visceral Bleeding, Spawn of Possession, Disavowed, Decrepit Birth, dan Nile.

Sumber :