Akhirnya setelah beberapa waktu lalu kita bereskan demo cd sampai matang sekarang sudah rilis dan siap di dengarkan oleh banyak orang dan di sebarkan pastinya Dodi ncus “ alhamdulilah kang sekarang kita udh beres demo cd yg pastinya hasilnya lebih gahar dan gendre yg berbeda” udoth “ ya cd demo kita berisikan 3 lagu siap di sebarkan ke beberapa media di bandung, selain itu juga kita ngeluarin font official intihonk yg baru di tahun ini pokonya serba baru.. hehe”
Monday, September 7, 2015
Unit Metal Bandung (Intihonk New Generation) Rilis Demo CD 2015
Akhirnya setelah beberapa waktu lalu kita bereskan demo cd sampai matang sekarang sudah rilis dan siap di dengarkan oleh banyak orang dan di sebarkan pastinya Dodi ncus “ alhamdulilah kang sekarang kita udh beres demo cd yg pastinya hasilnya lebih gahar dan gendre yg berbeda” udoth “ ya cd demo kita berisikan 3 lagu siap di sebarkan ke beberapa media di bandung, selain itu juga kita ngeluarin font official intihonk yg baru di tahun ini pokonya serba baru.. hehe”
Wednesday, August 5, 2015
Koleksi CD dari Legendaris Death Metal Indonesia (Siksakubur)
Berikut ini adalah album Siksakubur yang tersedia di Total Berisik :
- Eye Cry (2003) Re-Issue
- Podium (2006/2007) Re-Issue
- Tentara Merah Darah (2010) Re-Issue
- Siksakubur (2014)
Beli disini
Friday, May 29, 2015
Hegemony of God | Metal Cianjur
Di awali oleh Andy Robby yang resign di karenakan jadwal kerja dan jarak yang tidak memungkinkan, kemudian di susul resignnya Angga beberapa bulan kemudian di karenakan perkerjaan dan penyakit yang di deritanya.
Nama Hegemony of God terinspirasi dari judul lagu band senior sedaerah kami di Cianjur.
Hegemony of God yang berartikan kuasa Tuhan yang pada hakikatnya kita sebagai mahluk Tuhan ada karena kuasa Nya walau terkadang melupakan Nya baik asa dan rasa yang melogaritma dunia dan alam raya serta surga dan neraka semua di atur oleh sang Maha Kuasa (Allah SWT).
Visit:
Hegemony of God on Facebook
Hegemony of God on Reverbnation
Hegemony of God Phone : 087720034637
Hegemony of God Email : hegemonyofgod666@gmail.com
Saturday, April 18, 2015
Video terbaru Chris Adler saat berlatih dengan Megadeth
Video terbaru Chris Adler saat berlatih dengan Megadeth untuk lagu baru bisa kalian lihat dibawah ini:
Friday, April 17, 2015
Pantera | New Wave of American Heavy Metal
Awal
Bergabungnya Phil Anselmo
Perpecahan
Bubar
Musik
Gaya musik Pantera meliputi antara Groove Metal, Thrash Metal dan Alternatif Metal dan materi awal mereka telah digambarkan sebagai glam metal. Mereka juga telah berpengaruh terhadap perkembangan nu metal, metalcore, dan beberapa genre lainnya. Mereka juga telah disebut salah satu pelopor dari New Wave of American Heavy Metal.Member Terakhir Pantera
- Phil Anselmo – lead vocals (1986–2003)
- "Dimebag Darrell" Abbott – guitar, backing vocals (1981–2003; died 2004)
- Rex Brown – bass, backing vocals (1982–2003)
- Vinnie Paul – drums (1981–2003)
Mantan Personil Pantera
- Donnie Hart – lead vocals (1981–1982, rehearsal only) (unofficial member)
- Terry Glaze – lead vocals (1982–1986); guitar, backing vocals (1981–1982)
- Tommy Bradford – bass, backing vocals (1981–1982) (unofficial member)
Diskografi Pantera
- Metal Magic (1983)
- Projects in the Jungle (1984)
- I Am the Night (1985)
- Power Metal (1988)
- Cowboys from Hell (1990)
- Vulgar Display of Power (1992)
- Far Beyond Driven (1994)
- The Great Southern Trendkill (1996)
- Reinventing the Steel (2000)
Visit to Pantera Official Website
Thursday, April 16, 2015
Strangle Over Head Crew x BLank Boys Proudly Present "Hell in a Cell"
Proudly Present
"Hell in a Cell"
30 Mei 2015 at Gedung Tenis Indoor Kridanggo SalatigaInfo Tiket:
Presale : 20K Terbatas (s/d tgl 30 april)
On The Spot : 25K
*Free Stiker + Poster*
Tiket Available at :
Salatiga: Helleluyah Merch
Solo: Origin Merch Solo & Belukar Rockshop
Visit:
Strangle Over Head Crew
Blank Boys
Gorgoroth | Black Metal Norwegia
Diskografi :
- A Sorcery Written in Blood (Demo 1993)
- Promo '94 (Demo 1994)
- Pentagram (Full-length 1994)
- Antichrist (Full-length 1996)
- The Last Tormentor (EP 1996)
- Under the Sign of Hell (Full-length 1997)
- Destroyer, or About How to Philosophize with the Hammer (Full-length 1998)
- Incipit Satan (Full-length 2000)
- Twilight of the Idols - In Conspiracy with Satan (Full-length 2003)
- Ad Majorem Sathanas Gloriam (Full-length 2006)
- Black Mass Kraków 2004 (Video 2008)
- True Norwegian Black Metal - Live in Grieghallen (Live album 2008)
- Quantos Possunt ad Satanitatem Trahunt (Full-length 2009)
- Under the Sign of Hell (Full-length 2011)
- Instinctus Bestialis (Full-length 2015)
- Infernus – guitar (1992–present)
- Bøddel – bass (2007–present)
- Tomas Asklund – drums (2007–present)
- Atterigner – vocals (2012–present)
- Hat - Vocal (1992–1995)
- Pest - Vocal (1995–1997, 2008–2012)
- Gaahl - Vocal (1998–2007)
- Tormentor - Guitar (1996–2002, 2003: session, 2008–2012)
- Apollyon - Guitar (2003–2004): session
- Teloch - Guitar (2004–2005, 2007): session
- Skagg - Guitar (2005): session
- Kjettar - Bass (1993)[89]
- Samoth - Bass (1993–1994)
- Storm - Bass (1995)
- Ares - Bass (1995–1997)
- T-Reaper - Bass (1998–1999)
- King ov Hell - Bass (1999–2006, 2007)
- Goat Pervertor - Drum (1992–1994)
- Frost - Drum (1994–1995, 2004–2005)
- Grim - Drum (1995–1996; deceased)
- Vrolok - Drum (1996–1998)
- Sersjant - Drum (1999)
- Ivar Thormodsæter - Drum (1999): session
- Kvitrafn - Drum (2000–2004)
- Frost - Drum (2001): session
- Dirge Rep - Drum (2004–2007): session
- Garghuf - Drum (2007): session
- Vyl - Drum (2009–2011): session
Monday, April 13, 2015
Down for Life | Metal Surakarta
Track list pada album "Simponi Kebisingan Babi Neraka":
1. The Beginning 05:25
2. Pembusukan Moralitas 03:30
3. Elegi Lingkar Utopis 02:26
4. Mistakes 04:08
5. Tertikam Dari Belakang 04:40
6. Ketakutan Tanpa Alasan 02:02
7. Menuju Matahari 04:31
8. Change 03:36
9. Tanpa Rasa Lelah Terus Berusaha 02:54
10. Pasoepati 04:08
Gitaris Imam Santoso dan Sigit Pratama meninggalkan Down for Life pada tahun 2010, tidak ada pilihan lain untuk Down for Life kecuali mencari pengganti. Kemudian Down for Life pun mengadakan audisi dan akhirnya merekrut dua gitaris, Rio Baskara dan Moses Rizky.
Pada Agustus 2011, Down for Life mulai masuk studio untuk melanjutkan merekam album kedua mereka yang diberi judul "Himne Perang Akhir Pekan". Setelah dua tahun melalui proses penggarapan dan menemukan label rekaman yang cocok, album "Himne Perang Akhir Pekan" akhirnya dirilis pada bulan September 2013 melalui Sepsis Records, didahului oleh single "Prosa Kesetaraan".
Track listing pada album "Himne Perang Akhir Pekan"
1. Panis Angelicus (Intro) 03:41
2. Prosa Kesetaraan 05:37
3. Air Udara Api Tanah 05:57
4. Tech(No)Logic 08:11
5. Pesta Partai Barbar 03:19
6. Village to Previllege 05:47
7. One Town One Crown 03:28
8. Kami Adalah Api 06:43
9. Liturgi Penyesatan 05:07
10. The Counterfelt 05:50
11. Pasukan Babi Neraka 04:34
12. Alleluya 03:18
Pada saat album ini dirilis pada bulan September 2013, Down for Life tampil di Rock In Solo Festival. Sebelumnya, mereka juga telah bermain di festival metal Indonesia lainnya termasuk Bandung Berisik tahun 2011, dan Hammersonic Metal Fest pada tahun 2013.
Salah satu lagu garapan mereka berjudul Pesta Partai Barbar masuk dalam CD Bonus kompilasi Majalah Metal Hammer edisi Juni 2013 yang dikurasi oleh musisi metal papan atas, Max Cavalera.
Metal Hammer merupakan majalah metal asal Inggris yang diterbitkan secara internasional. Pada Edisi Juni 2013, Max Cavalera memilih 15 band yang dianggap mumpuni dan memberi warna baru di kancah percaturan musik cadas.
CD Bonus kompilasi bertajuk Slave New World berisi 15 lagu dari 15 band di seluruh dunia. Yang patut dibanggakan metalhead tanah air, 12 band metal asal Indonesia tembus dalam ketatnya proses kurasi mantan vokalis Sepultura yang sudah melahirkan band-band metal besar ini.
Ke-12 band yang ada dalam kompilasi tersebut didominasi oleh band asal Bandung. Sedangkan tiga lainnya yakni Amogh Symphony berasal dari India, From The Vastland asal Iran dan Lody Kong dari Arizona, Amerika Serikat.
Personil Down for Life saat ini:
- Stephanus Adjie – vocals
- Ahmad "Jojo" Ashari – bass guitar, backing vocals
- Rio Baskara – guitars
- Moses Rizky – guitars
- Wahyu "Uziel" Jayadi - drums
- Doddy - Drums
- Anang Farid - Drums
- Wahyu "Uziel" Jayadi - Drums
- Sigit Pratama - Guitars
- Moses Rizky - Guitars
- Imam Santoso - Guitars
Down for Life Official Website
Down for Life on Twitter
Friday, April 10, 2015
Supernova of Osiris | Electronica Metal
Sebagian besar anggota band telah tumbuh dan bermain musik sejak kemarin, tapi mereka memiliki pemikiran yang cerdas dan mereka tidak akan membiarkan usia muda mereka bodoh.
Band ini menggabungkan beragam unsur musik dan teknik untuk membuat suara gairah mereka sendiri.
Lebih lengkapnya disini
- Saldy Schertian - Vokal dan Bass
- Byan Harahap - Key dan Synth
- Aria Surya - Gitar
- Admiral Ramadhan - Gitar
Tuesday, April 7, 2015
Xtreme Merch | "Pria Itu Moshing Bukan Dancing"
- Radang Kelamin
- Lost Another
- Kilometer
- Bipolar
- Cranium at Hell
- Other Side
- Rivals Attack
- Sanskerta
- Holy Killer
- Division Tigabelas
Saturday, April 4, 2015
Palu Death Metal & Volca Records Present Split Album 'The Venom'
Masing-masing dari band tersebut akan memuat tiga lagunya, yang akan dikemas dalam sebuah album split bertajuk The Venom. Rencananya album yang dirilis itu akan diproduksi dalam bentuk fisik atau compact disk (CD) sebanyak 100 keping, yang juga akan disertai dengan merchandise kaos. Selain itu direncanakan akan ada gelaran acara perilisan yang diselenggarakan tanggal 9 Mei 2015 mendatang bersama beberapa band lainnya.
Pada dasarnya, seperti yang dikatakan oleh tim produksi split album The Venom, bahwa perilisan ini bertujuan untuk eksistensi komunitas musik melalui karya yang dihasilkan, sehingga dapat membangkitkan gairah bermusik, dan pemahaman tentang musik itu sendiri di kalangan komunitas atau seniman perseorangan yang berada di Kota Palu.
More Visit Volca Record
Thursday, April 2, 2015
Chaos from Madness | Deathcore Tabalong, Kalimantan Selatan
Line up Chaos from Madness saat ini:
- Luqman (vox)
- Ando (gitar)
- Arie (gitar)
- Endy (bass)
- Habel (drum)
Visit:
Chaos from Madness on Reverbnation
Chaos from Madness on Twitter
Saturday, March 28, 2015
Palu North Syndicate | Extreme Day | 5 April 2015
Palu North Syndicate
Extreme Day (05 April 2015)
Line up Extreme Day:
1. Revenge the Fate
2. We made Disaster
3. Revenge from Resurrection
4. Scarhead Barricade
5. Iklim
6. Me Eva
7. Imposimble (majene)
8. Under Grace (toraja)
9. Rezim
10. Pentatora
11. Sick stupid
12. Anatomi
13. Nganamte
14. Kb'18
15. Obsidian
16. Patesi
17. Cruciatus
18. Stemple Mouse
19. Soul Project
20. Etnis Pribumi
21. Steven Jhonson
22. Bubalus
23. Criminals Chaos
24. Patrick
25. Under Grave
26. Massacre for Revenge
27. Reverse Silence
28. Dreamer in Space
29. Rasis
More Info Visit: Extreme Day
High Volt TV | Aliran Distorsi Indonesia
HighVoltTV.com adalah karya sekelompok insan pecinta musik cadas yang ingin berkreasi dan bersumbangsih membangun jembatan penghubung dunia rock Merah Putih melalui sikap saling membantu, menghargai, dan menghormati.
Dengan tagline khasnya "Aliran Distorsi Indonesia", HighVoltTV.com menjadi sebuah wadah informasi sekaligus inspirasi guna memajukan komunitas aktif dan kreatif di Indonesia yang memiliki benang merah sebagai bagian dari Dunia Distorsi Merah Putih.
HighVoltTV.com mengulas seputar dunia distorsi Indonesia beserta elemen-elemen pelengkapnya seperti talents, music, lifestyle, communities, dan inspirational heavy metal professional figures.
HighVoltTV.com terdiri dari 4 segmen dengan total durasi 40 menit:
HighVolt Special Guest, Melanie Subono sebagai pembawa acara akan mewawancarai sejumlah musisi cadas Indonesia dan membahas berbagai aspek dan topik sekitar karya mereka. Termasuk diantaranya, karya musik, sisi kehidupan para musisi, serta pesan inspiratif yang dapat diambil oleh para pemirsa.
HighVolt Klips, menayangkan cuplikan singkat 15 video klip musik, yang dua diantaranya adalah video musik musisi indie cadas Indonesia. Selebihnya, ditayangkan juga video klip anyar dari berbagai genre music dari Pop Rock hingga Heavy Metal.
HighVolt News menyajikan berita menarik seputar dunia cadas, termasuk talents, music, film, comedy dan events, baik dari dalam maupun luar negeri.
HighVolt X Profile menampilkan sosok professional penggemar musik cadas yang memiliki karir mapan dibidangnya. Mereka akan berbagi insight tentang profesi mereka dan bagaimana aliran musik distorsi menginspirasi mereka.
Tuesday, March 24, 2015
Baobab Wizard | Blackened Crusty Punk Bali
- Monroe Escargot (Guitar/Vocal)
- King Afrocalypus (Guitar/Vocal)
- Kech Ratman (Bass)
- Marus Zamurat (Drum)
Baobab Wizard Facebook
Baobab Wizard Reverbnation
Baobab Wizard Call : 081 999 227 721 (King Afrocalypus)
Baobab Wizard E-mail : baobabwizard@gmail.com
Monday, March 23, 2015
Bloody or Paramedic | Death Metal Cileungsi
Bloody or Paramedic telah melewati berbagai event-event lokal mulai dari yang kecil sampai yang lumayan besar.
Inilah Personil dari Bloody or Paramedic:
- Feri (vokal 1)
- Tomi (vokal 2)
- Aditya (gitar 2)
- Firdaus (gitar 1)
- Dede (bass)
- Hafis (drum)
Visit:
Bloody or Paramedic on Soundcloud
Bloody or Paramedic on Facebook
Bloody or Paramedic on Twitter
Bloody or Paramedic Call : 087881188293
Friday, March 20, 2015
Mengenal Legenda Black Metal Norwegia, Mayhem
Mayhem adalah band Black Metal Norwegia yang dibentuk sejak 1984 di Oslo. Mayhem dianggap sebagai salah satu pelopor dari perkembangan Black Metal Norwegia. Karir Mayhem sendiri kontroversial, terutama karena penampilan panggung mereka yang memiliki unsur kekerasan. Tahun 1991 tindakan bunuh diri dari vokalis Per Yngve Ohlin ("Dead") dan tahun 1993 pembunuhan gitaris Øystein Aarseth ("Euronymous") oleh mantan anggota Varg Vikernes ("Hitung Grishnackh "), dari Burzum.
Mayhem telah merilis demo dan EP yang sangat berpengaruh, dan mengumpulkan pengikut setia melalui setiap pertunjukan live sporadis dan terkenal, menarik perhatian lebih lanjut melalui hubungan mereka dengan serangkaian pembakaran gereja di Norwegia dan insiden kekerasan yang menonjol di sekitar mereka.
Mayhem bubar setelah pembunuhan Aarseth, tak lama sebelum rilis album debut mereka yang bertajuk "De Mysteriis Dom Sathanas", album yang dianggap sebagai genre black metal klasik.
Musik Mayhem sangat dipengaruhi genre black metal dan mereka juga berperan penting dalam pergerakan adegan Heavy Metal.
Awal rilis album EP "Deathcrush" hanya 1000 kopi dan ternyata cepat sekali terjual habis. Album EP tersebut kemudian diterbitkan kembali pada tahun 1993 oleh yang baru berganti nama Deathlike Silence Productions. Manheim dan Maniac meninggalkan Mayhem pada tahun 1988.
Kematian Dead membuat Necrobutcher terpukul, sampai kemudian dia memutuskan untuk meninggalkan Mayhem. Hengkangnya Necrobutcher membuat popularitas Mayhem menurun. Posisi Necorbutcher digantikan oleh Occultus, yang kemudian terlibat dalam penggarapan album debut berjudul "De Mysteriis Dom Sathanas". Kendati demikian, Occultus hanya bergabung sebentar saja. Euronymous yang tampak tidak suka dengan kehadirannya mengeluarkan ancaman pembunuhan yang membuah sang anggota baru itu hengkang dari Mayhem. Mayhem merilis album berjudul "Live in Leipzig" pada bulan Juli 1993, yang merupakan album tribute untuk Dead.
Beberapa waktu kemudian, pada tahun yang sama, Mayhem merencanakan album "De Mysteriis Dom Sathanas" dan melakukan rekaman untuknya. Aarseth (“Euronymous”) mengajak lebih banyak musisi untuk bergabung, yakni Varg Vikermes, Snorre W. Ruch, dan vokalis bernama Attila Csihar yang menggantikan Ohlin. Sebagian besar proses perekaman album dilakukan pada bulan-bulan awal tahun 1993 di Grieg Hall di Bergen. Sebelum album dirilis, Vikernes dan Aarseth melakukan konspirasi untuk meledakkan katedral Nidaros, di mana mereka berdua berencana memakai kejadian tersebut sebagai sampul album Mayhem berikutnya. Namun pembunuhan terhadap Aarseth pada tahun 1993 membatalkan rencana tersebut, dan juga menunda perilisan album "De Mysteriis Dom Sathanas" tersebut.
Tepatnya pada 10 Agustus 1993, terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh Vikernes terhadap Euronymous. Di malam pembunuhan itu, Ruch dan Vikernes mendatangi apartment Aarseth di Oslo. Singkat cerita, konfrontasi terjadi di antara mereka, yang berakhir dengan tusukan pecahan botol yang berakibat fatal bagi Aarseth. Jenazah Aarseth ditemukan di luar apartemennya, dengan beberapa luka tusuk.
Dalam pembelaannya, Vikernes mengaku bahwa apa yang dilakukannya adalah tindakan bela diri terhadap agresifitas Aarseth. Vikernes ditangkap beberapa hari kemudian, dan kemudian dihukum selama 21 tahun penjara untuk dakwaan pembunuhan dan perusakan gereja. Sementara Blackthorn (Ruch) dihukum 8 tahun penjara, kendati pada malam pembunuhan Aarseth dia hanya menunggu Vikernes di bawah tangga sambil merokok. Ketika itu Mayhem hanya menyisakan Hellhammer, yang praktis membuat band tersebut mengalami hiatus.
De Mysteriis Dom Sathanas dirilis pada tahun 1994; sebuah album yang didedikasikan untuk Aarseth. Album tersebut sempat ditunda perilisannya, oleh karena komplain dari orang tua Aarseth yang keberatan dengan Vikernes yang memainkan bagian bass di album tersebut.
Akhir tahun 1995 merupakan momen di mana Mayhem kembali, berkat inisiatif Hellhammer. Dia mereformasi Mayhem bersama gitaris baru bernama Rune “Blasphemer” dan dua anggota Mayhem sebelumnya, yakni Necrobutcher dan Maniac. Meski demikian, ketika itu banyak kalangan yang skeptis terhadap rencana reformasi, di mana mereka tidak yakin segala hal akan berjalan baik tanpa Aarseth. Meski demikian, mereka terus berjalan.
Mayhem kembali ke aktivitasnya dengan merilis Wolf’s Lair Abyss pada tahun 1997 dalam bentuk EP. Dirilisnya EP ini kemudian diikuti oleh tur Eropa di beberapa negara, termasuk di Italy. Tur Eropa mereka sempat menampilkan Csihar. Penampilannya direkam untuk album live berjudul Mediolabum Capta Est yang dirilis pada tahun 1997.
Sayang sekali pada fase 1995-2004 Mayhem didakwa sebagai band yang menyebarkan virus Neo-Nazisme. Opini ini dibentuk oleh pernyataan berbau rasisme yang dilontarkan oleh Hellhammer dan juga penggunaan simbol-simbol Nazi di setiap sesi latihan mereka. Kendati demikian, Hellhammer memberi pernyataan penting pada waktu, bahwa tidak ada satupun anggota Mayhem ketika itu yang berstatus sebagai satanist.
Album studio kedua dari Mayhem yang berjudul Grand Declaration of War dirilis pada tahun 2000. Album ini merupakan album konseptual yang dipengaruhi oleh prog-metal dan avant-garde metal. Tema pada album ini berputar di antara kehancuran post-apocalyptic dan paska perang. Vokal Maniac terasa penuh di sini, oleh karena dia meninggalkan warna vokal khas black metal tradisional, dan menggantikannya dengan monolog, yang diucapkannya dalam sekuen-sekuen imagery yang enak didengarkan.
Jurnal Headbanger - Grand Declaration of War
Mayhem kemudian merilis album Chimera pada tahun 2004. Album yang satu ini menunjukkan kembalinya mereka ke trahnya sebagai band yang menghasilkan warna suara yang terdengar mentah-tak-diolah, namun dikombinasikan dengan nilai-nilai musikal yang progresif. Maniac meninggalkan Mayhem pada tahun 2004, di mana posisinya kemudian digantikan oleh Csihar. Maniac ditendang keluar karena masalah kecanduan alkohol.
Personil Sekarang:
- Necrobutcher – bass (1984–1991, 1995–Sekarang)
- Hellhammer – drums, percussion (1988–1993, 1995–Sekarang)
- Attila Csihar – vocals (1992–1993, 2004–Sekarang)
- Teloch – guitars (2011–Sekarang)
- Ghul – guitars (2012–Sekarang)
- Euronymous – guitars (1984–1993; died 1993), vocals (Pure Fucking Armageddon's rehearsals)
- Manheim – drums, percussion (1984–1988)
- Dead – vocals (1988–1991; died 1991)
- Maniac – vocals (1987–1988, 1995–2004)
- Blasphemer – guitars (1995–2008)
- Torben Grue[51] – drums, percussion (1988)
- Kittil Kittilsen[51] – vocals (1988)
- Varg Vikernes - Bass (1992-1993)
- Alexander Nordgaren – guitars (1997–1998)
- Sanrabb – guitars (2004)
- Ihizagh – guitars (2004–2005)
- Morfeus – guitars (2008–2012)
- Silmaeth – guitars (2008–2011)
- Deathcrush (1987)
- De Mysteriis Dom Sathanas (1994)
- Wolf's Lair Abyss (1997)
- Grand Declaration of War (2000)
- Chimera (2004)
- Ordo ad Chao (2007)
- Esoteric Warfare (2014)
- Live in Ski (1986)
- Rehearsal 1988 (1988)
- Live in Bischofswerda (1998)
- European Legions: Live in Marseille 2000 (2001)
- Mayhem - Cult of Aggression (Norwegian/Swedish documentary by Stefan Rydehed) (2002)
- Appearance in Metal: A Headbanger's Journey (2005)
- Appearance in BBC One World episode Death Metal Murders (2005)
- Pure Fucking Mayhem (English documentary by Stefan Rydehed) (2008)
- Until the Light Takes Us (American documentary by Aaron Aites/Audrey Ewell) (2008)
Mayhem on Facebook
Mayhem on Instagram
Mayhem Official Website
Monday, March 16, 2015
DeadSquad
Track List "Horror Vision":
1. Pasukan Mati 03:57
2. Dimensi Keterasingan 02:14
3. Sermon of Deception 02:59
4. Dominasi Belati 03:45
5. Hiperbola Dogma Monoteis 02:29
6. Manufaktur Replika Baptis 04:05
7. Arise (Sepultura cover) 02:34
8. Horror Vision 04:04
Track List "Profanatik":
1. Ode Kekekalan Pusara 04:18
2. Anatomi Dosa 03:29
3. Natural Born Nocturnal 03:22
4. Merakit Sakit 03:11
5. Patriot Moral Prematur 03:33
6. Altar Eksistensi Profan 03:18
7. Misantropis 02:40
8. Jurnal Gagak 03:39
"Tyranation" Album 2016
Kolaborasi ini merupakan langkah baru dalam perjalanan musikalitas DeadSquad dan merupakan bagian dari upaya pembuktian bahwa kebrutalan musik metal yang ekstrem tidak mengenal batas kreativitas dalam menghasilkan karya seni dan tetap menjadi refleksi diri. Proses penggarapan album ini terbilang unik, karena setiap kegiatan dan aktivitas di dalam studio didokumentasikan berupa jurnal video yang diunggah ke Youtube resmi DeadSquad dan jurnal video ini merupakan suguhan pra-album bagi para "PasukanMati" yang terdiri atas beberapa bagian. Proses kreatif dan musikalitas album ini menghadirkan sebuah konsep yang terinspirasi dari alter ego "The Wall" Pink Floyd atau "Ziggy Stardust" David Bowie (The Rise and Fall of Ziggy Stardust and the Spiders from Mars), yakni konsep yang banyak bercerita dari sudut pandang sang penulis Daniel Mardhany. Tyranation juga mereprentasikan ide dan interest dari masing-masing personel dari album digawangi oleh Stevie (Gitar), Andyan Gorust (Drum), Alan (Bass) dan Daniel (Vokal). Proses mixing dan editing album ini oleh Miko Valent dan Stephan Santoso serta mastering oleh Stephan Santoso.
Untuk mempromosikan album ini, Deadsquad bertolak ke Jepang dalam tur yang bertajuk DeadSquad Tyranation Over Japan 2016, kunjungan perdana ini dimulai pada 30 Oktober 2016, dengan tampil di Asakusa, Yokohama, Shinjuku dan penampilan penutup di Sangenjaya pada 3 November 2016.
Pada periode ini, formasi yang dianggap paling solid oleh "PasukanMati" akhirnya pecah, diawali dengan mundurnya Coki, sebagai gitaris bulan Desember 2015, karena fokus dengan kegiatan dan proyek musik di luar grup. Tetapi Coki juga memberikan kontribusinya di album ketiga pada "The Comfort of Retardation" dan solo pada "Tyranation". Posisi Coki akhirnya digantikan oleh Karis (ILP Project). Setahun lebih berselang, penabuh Drum Andyan Gorust mengikuti jejak Coki mengundurkan diri di bulan Februari 2017 menyusul pencabik Bass Alan sebulan kemudian yang resmi mundur bulan Maret 2017, baik Andyan Gorust dan Alan yang mundur karena fokus dengan kegiatan bermusik di luar Band yakni Hellcrust, pengunduran dirinya diumumkan melalui sosial media masing-masing.
Dengan mundurnya Coki, Andyan Gorust dan Alan, menyisakan Stevie dan Daniel sebagai personel inti DeadSquad. Untuk menggantikan lini belakang (Drum), Auliya Akbar (Revenge) didapuk menjadi penggebuk Drum, sementara posisi Bass diisi oleh Anak Agung Gde, yang keduanya terpilih melalui proses audisi untuk menempati kekosongan posisi yang ditinggalkan personel sebelumnya,[26] dengan session player (Bass) pada waktu itu adalah Welby (Carnivored). Baik Akbar dan Anak Agung Gde masing-masing berstatus additional player ketika tampil di acara "Jakarta Rockulture 2017" yang juga merupakan debut pertama mereka sekaligus rilis merchandise terbaru DeadSquad yakni sepatu "Abigail X DeadSquad" Tyranation Shoes. Acara ini diselenggarakan di Mal Kuningan City, Jakarta bertajuk "The Headbanger Years" dimeriahkan oleh 10 grup cadas tanah air salah satunya adalah DeadSquad. Tidak hanya sepatu, merchandise DeadSquad juga meliputi Skateboard dan Helm.[24] Dinamika pergantian personel terus berlanjut, di penghujung tahun 2017, Akbar memutuskan mundur bulan Desember 2017 untuk melanjutkan kegiatan dan aktivitasnya di luar grup, seusai acara sebuah komunitas di Kemang, Jakarta yang menjadikan panggung terakhirnya bersama DeadSquad. Posisi ini akhirnya dilanjutkan oleh Alvin Eka Putra (NOXA), sehingga akhirnya periode ini DeadSquad digawangi oleh Stevie (Gitar), Daniel (Vokal), Karis (Gitar), Anak Agung Gde (Bass) dan Alvin (Drum).
Dalam rangka promosi album split 3593 Miles of Everloud Musik! yang dirilis bersama band asal Jepang The Kandarivas, Deadsquad bertolak ke Jepang untuk kedua kalinya pada awal Juni 2018, tampil di kota-kota besar Jepang di Osaka, Nakano, Yokohama dan menutup rangkaian tur bertajuk Spawning Snakegoat Seeds Japan Tour 2018 ini di Shinjuku, Tokyo. Kemudian pada Oktober 2018, Deadsquad dan Burgerkill menyambangi Eropa yang bertajuk Super Invasion 2018 dengan tampil di lima negara yang dimulai sejak 15 Oktober 2018 ke Austria, Jerman, Swiss, Prancis dan berakhir di Belanda untuk tampil bersama Burgerkill sebelum kembali ke tanah air (sementara Burgerkill tampil di enam negara, berawal dari Prancis dan berakhir di Belanda). Tur Eropa ini sekaligus menambah dan memperluas jaringan sesama musisi maupun pelaku dalam industri musik. Kemudian tahun berikutnya, Deadsquad kembali menyambangi Jerman untuk tampil dalam pergelaran festival Death Feast Open Air 2019 di Andernach, yang digelar mulai 22 – 24 Agustus 2019 kali ini bersama band asal Bekasi, Viscral yang kemudian langsung melanjutkan tur yang bertajuk The Devourer European Tour 2019 ke Basel, Praha, Leipzig dan berakhir di Amsterdam pada 31 Agustus 2019.
Pada pertengahan September 2017, Deadsquad kembali menjalani tur luar negeri dengan merambah Korea Selatan, kali ini bersama band asal Eropa Vader (Polandia) dan Within Destruction (Slovenia). Dalam tur yang bertajuk Horror Profanation Over South Korea ini, Deadsquad tampil di dua kota yakni di Seoul dan Daegu pada 16 – 17 September 2017, dengan membawakan tembang-tembang andalan dari album Horror Vision hingga Tyranation, termasuk di antaranya "Anatomi Dosa", "Pasukanmati", "Patriot Moral Prematur" dan Manufaktur Replika Baptis".
2019 - Horror Vision Reunited
Berawal dari rencana untuk membuat 10 tahun "Horror Vision Show", hingga akhirnya terbentuk formasi reuni "Horror Vision" yakni Stevie, Coki, Andyan Gorust dan Bonny dengan berkumpul pertama kali di studio untuk latihan tanggal 5 Februari 2019, setelah sekian waktu berpencar dengan kesibukan masing-masing personel. Formasi ini tampil perdana di bilangan Bulungan Outdoor, Jakarta tanggal 10 Maret 2019 yang bertajuk "DeadSquad Horror Vision Reunited 2019" yang digelar oleh FireFest. DeadSquad tampil dengan dua formasi, formasi baru dan formasi reuni. Acara ini dimeriahkan oleh band-band cadas lainnya seperti Paper Gangster, Poison Nova, Noxa, Carnivored, Viscral, dan Revenge The Fate.
2021 - Hengkangnya Daniel dan Singel
Tak lama setelah rilis singel yang bertajuk Paranoid Skizoid tanggal 9 Juli 2021, Daniel Mardhany (vokalis) keluar dari band setelah 12 tahun bersama Deadquad, menyusul pemberitahuan yang diunggah pada akun instagram resmi band. Sebelumnya, Deadsquad sempat berkolaborasi dengan Isyana Sarasvati dalam gelaran festival "I Don't Give A Fest (IDGAF)" yang diselenggarakan awal April 2021, menjadikan penampilan publik terakhir Daniel bersama band. Perubahan formasi ini tidak menghalangi proses penggarapan album yang tengah dikerjakan band dengan merekrut Agustinus Widi (Genocide) yang cuplikan video penggarapan albumnya diunggah pada akun resmi band.
Tak lama setelah keluarnya Daniel, menyusul bassis Welby Cahyadi yang juga mengikuti jejak Daniel pada bulan yang sama dan posisinya diteruskan oleh Shadu Rasjidi (ILP), sehingga formasi Deadsquad pada akhir 2021 digawangi oleh Stevie (gitaris), Karis (gitaris), Roy Ibrahim (drummer), Agustinus Widi (vokalis) dan Shadu Rasjidi (bassis). Formasi baru ini lalu meluncurkan singel yang bertajuk "Curse of The Black Plague" pada 31 Oktober 2021, sekaligus menuntaskan penggarapan album yang akan diberi judul Catharsis dengan penampilan publik perdana Deadsquad dalam gelaran acara yang hanya dihadiri undangan terbatas, bertajuk Deadsquad Catharsis Listening Party pada 6 November 2021 dengan membawakan materi tembang dari album yang akan dirilis. Dipenghujung 2021, Deadsquad berkolaborasi dengan Isyana Sarasvati dalam menggarap daur ulang tembang "Il Sogno", kemudian dirilis dalam bentuk singel melalui platform digital pada 27 Desember 2021.
2022 - sekarang
Awal tahun 2022, kolaborasi Deadsquad dengan Isyana atas singel "Il Sogno" yang telah dirilis sebelumnya pada akhir 2021, kemudian diluncurkan dalam bentuk video musik, melalui kanal Youtube resmi Isyana pada 27 Januari 2022.
Tak lama setelah merilis Catharsis pada Februari 2022, formasi Deadsquad kembali berganti dengan masuknya Vicky Mono (Suarahgaloka, ex-Burgerkill) menggantikan Agustinus Widi yang mengundurkan diri. Perubahan formasi ini diumumkan melalui media sosial band pada Juli 2022, bersamaan dengan perilisan singel yang bertajuk "Enigmatic Pandemonium" yang liriknya ditulis oleh Vicky.
Sumber :







.jpg)
.jpg)









































