Showing posts with label Death Metal. Show all posts
Showing posts with label Death Metal. Show all posts

Tuesday, February 2, 2016

Grausig “ Di Belakang Garis Musuh – Making the Album Progress “


Single CD GOD’S REPLICATED yang dirilis pada tahun 2014 lalu merupakan sebuah “announce” dari GRAUSIG untuk berbagai hal, antara lain “announce” tentang keberadaan serta formasi GRAUSIG terkini, terlebih juga “announce” mengenai format music Death Metal seperti apakah yang GRAUSIG suarakan di era ini yang akan ditumpahkan ke dalam Full Album / Lp bertitel “ DI BELAKANG GARIS MUSUH”.

Wednesday, August 5, 2015

Koleksi CD dari Legendaris Death Metal Indonesia (Siksakubur)

Sekarang! Total Berisik menyediakan CD Siksakubur. Unit Death Metal Jakarta yang berdiri sejak tahun 1996 ini sudah tidak diragukan lagi kualitas dari setiap karya-karyanya. Mereka sudah banyak dikenal, baik dari kalangan penikmat musik underground dalam negri maupun mancanegara.


Mereka sudah memiliki jam terbang yang cukup padat. Hingga saat ini, kurang lebih 19-tahun lamanya mereka terus eksis mewarnai kancah musik underground. Tak heran jika Siksakubur menjadi salah satu pengaruh dalam pergerakan serta perkembangan dari musik-musik underground di tanah air.

Berikut ini adalah album Siksakubur yang tersedia di Total Berisik :

- Eye Cry (2003) Re-Issue

- Podium (2006/2007) Re-Issue

- Tentara Merah Darah (2010) Re-Issue

- Siksakubur (2014)


Beli disini

Hargai musisi, hargai karyanya, hargai musik Indonesia.
Salah satu cara mengapresiasi karya musik adalah membeli CD original.

Keep calm and stay original \m/


Wednesday, May 6, 2015

G.A.S 178 | Side Project Gitaris Tengkorak

Masih ingat sama bang Samier gitaris Tengkorak? Ternyata beberapa tahun belakangan beliau punya side project yang namanya G.A.S 178, Siapa yang penasaran?



G.A.S. 178 yang terbentuk pada tahun 2009 di Surabaya dengan formasi awal berisikan Samier mantan gitaris Slowdeath dan sekaligus gitaris Tengkorak saat ini, Amir pada drum, Sari yang bertugas nge-grunt dan garbo yang pegang bass . Tapi Garbo meninggalkan band tak lama setelah band terbentuk yang lalu digantikan oleh Reynold . Setelah 2 tahun bergabung dengan band, Amir memilih untuk keluar dan kemudian digantikan sister Antonia. Dan komplit lah Member G.A.S. sampai sekarang yang beranggotakan
  • Sari (Grunt)
  • Samier (Gitar)
  • Reynold (Bass)
  • Antonia (Drum)
 G.A.S Logo

Kalo kalian inget mereka juga perform di Jakarta Grindfest kemaren,untuk alirannya mereka milih Death Metal yang menjurus ke Grindcore sebagai identitas mereka, mereka memilih Terrorizer dan Napalm Death sebagai influences, kata G.A.S. dipilih karena di anggap kata yang simple tapi punya arti yang salam yaitui GASOLINE yang merupakan bahan yang penting buat semua orang. Mereka Menjadikan Masalah Sosial sebagai ide bagi lirik mereka. Kalo gua dengerin,warna suara Sari mirip om kita Nino Aspiranta dari Trauma tapi suara Sari lebih kering. Dengan anggota sekarang, G.A.S mulai menulis bahan buat EP mereka. Dan pada 2012 G.A.S. sudah memiliki EP "Generasi Penghancur" (2015). Band ini juga tergabung dalam komunitas INFERNO 178 yang juga tempat band Slowdeath bergabung


Monday, May 4, 2015

Sanskerta | Technical Death Metal Bekasi

Sanskerta band bergenre technical death metal dari bekasi. Awal mula terbentuk pada bulan mei 2013 , posisi awal sanskerta jati (vocal) gitar (kibo) gitar 2 (bimo) bass (dwi) posisi drum belum ada. Pertama sanskerta memiliki keinginan untuk membuat band yang memiliki konsep yang berbeda dan jarang pada masa itu , karna kosongnya posisi pada drum kita mencari drummer yang cocok dengan konsep kami yaitu Alam.
 Sanskerta Logo
Bisa bertemu dengan Alam karna satu sekolah dengan bimo, seiring jalannya waktu dengan keputusan bersama Bimo tidak bisa melanjutkan di sanskerta , dan hingga sekarang posisi sanskerta hanya ber 4, vocal (jati) gitar (kibo) bass (dwi) drum (alam)
Dalam waktu dekat mereka akan merilis album pertama.



Visit:

Monday, April 20, 2015

Asphyxiate (Brutal Death Metal)


Asphyxiate (Brutal Death Metal), band yang satu ini berasal dari Bekasi dibentuk pada bulan Juli 1998. Dengan formasi awal Josh (Guitar), Dhana (Bass & Vocal) dan Reno (Drum). Pada bulan November 1998, Indra bergabung dan menempati posisi Bass. Dengan formasi ini, Asphyxiate memainkan lagu-lagu sendiri dan mengcover beberapa lagu yang bergenre Death Metal seperti Suffocation, Deeds of Flesh (old), Cryptopsy (old), Prophecy, Beheaded, dan banyak lagi.

Pertengahan tahun 1999, Deaddy bergabung untuk menangani gitar. Sayangnya, Dhana mendapat musibah kecelakaan dan akhirnya meninggal dunia. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk mencari pengganti, dan kemudian mereka memperkenalkan Heru yang menjadi additional vocal.

 Asphyxiate Logo

Awal Agustus 2002, Heru meninggalkan band karena masalah pribadinya. Untuk sementara, Josh mengambil alih vokal untuk debut mereka yang bertajuk "The Process of Mutilation", yang dirilis oleh  Undying Music (Indonesia),  yang kemudian dirilis ulang oleh Despise the Sun Records (Italia). Asphyxiate juga muncul pada beberapa album kompilasi lokal dan internasional. Akhir tahun 2003, mereka sepakat untuk hanya memiliki satu gitaris dan Deaddy mengambil alih vokal untuk Asphyxiate.


 Cover Album 'The Process of Mutilation'

Track listing The Process of Mutilation :
1. The Process of Mutilation (Intro) 00:10 instrumental
2. Cold Blooded Murderer 02:37    
3. Feeding My Dog with Their Carcass 02:32    
4. Mutilated Human 01:13    
5. Amis Lendir Darah 01:55    
6. Breakfast with Satanic Flesh 02:08
7. Sekarat Terjagal 02:49    
8. Vomiting Flesh 01:06    
9. Sindrom Pembunuhan 01:39    
10. Psychopathic Brutal Mind 01:55    
11. Asphyxiate 03:29

Kecelakaan mendatangi salah satu personil Asphyxiate lagi pada awal tahun 2005, yang memaksa beberapa perubahan formasi lagi, dengan masuknya Atenk (Drums) dan Erik (Bass). Sayangnya, ini tidak berlangsung lama, dan akhirnya Reno dan Indra kembali untuk bergabung dengan mereka. Pada bulan September 2007, Indra meninggalkan Asphyxiate dan untungnya, Adi masuk. Mereka mulai berkontribusi ladi di banyak acara dan tur baik lokal maupun internasional.

Awal 2009 Asphyxiate menandatangani kontrak dengan dua Label Internasional yakni Despise the Sun Records (Italia) dan Sevared Records (USA) untuk album kedua mereka yang berjudul "Anatomy Of Perfect Bestiality".

 Cover Album 'Anatomy Of Perfect Bestiality'

Track listing Anatomy Of Perfect Bestiality:
1. Anatomy of Perfect Bestiality 03:28
2. Knife in Womb 03:11
3. Gallery from the Killing Field 03:57
4. Intestinal Stabwound 02:23
5. Torso Putrefaction 02:45
6. 340 03:30
7. The Insidious Theater 02:11
8. Blood Flavor 02:52
9. Educations of Murder 03:12
10. False Concept of Self Mutilation (Outro) 03:06 instrumental

Setelah melewati 14 tahun perjalanan brutal dengan Asphyxiate, akhirnya Reno dan Deaddy memutuskan untuk mengundurkan diri dari band karena ia ingin berkonsentrasi pada pekerjaannya.

Line Up Asphyxiate sampai sekarang adalah  Josh (Gitar & Vocal) , Adi (Bass) dan Yogi (Drum ) .

Pada tahun 2013 Asphyxiate bangga karena telah bergabung dengan label brutal New Standart Elite (USA). Dan kemudian merekapun merilis album "Self Transform From Decayed Flesh".

Cover Album 'Self Transform From Decayed Flesh'

Track Listing Self Transform From Decayed Flesh:
1. Suffered in Vivisection 02:54
2. Knife in Womb 03:33
3. Self Transform from Decayed Flesh 02:54
4. Odious Mutation of Cannibalistic Creature 03:49
5. Failed Clone of God 02:41
6. Decomposing Organs 03:22
7. Digested Embryonic 02:47
8. Feasting on Human Cadaver 04:43
9. Instrument of Defiled Breeder 02:55

Pada Februari 2015 Asphyxiate memutuskan untuk mengakhiri kerjasamanya dengan Yogi agar ia lebih fokus hanya pada satu band saja.

Dan pada Maret 2015 kabar baik berhembus, (dengan bangga Asphyxiate mengatakan selamat datang kembali kepada Reno) yang pada akhirnya ia bergabung kembali dengan Asphyxiate.

Formasi Asphyxiate Sekarang: Josh (Guitars & Vocal) - Adi (Bass) - Reno (Drums)

Visit:
Asphyxiate on Facebook
Asphyxiate on Twitter
Asphyxiate on Reverbnation


Saturday, April 18, 2015

Siksakubur Garap Album Baru

rollingstone.co.id (Jumat, 17/04/2015 22:04 WIB) Oleh: Michael Reily - SiksaKubur Akan Garap Album Baru November Mendatang, Materi untuk album kedelapan sudah siap untuk direkam.

Photo: Twitter Andre Tiranda

Gitaris sekaligus pentolan band death metal asal Jakarta, SiksaKubur, Andre Tiranda, mengabarkan bahwa SiksaKubur berencana untuk mengerjakan album kedelapan yang materinya sudah siap pada November nanti.

“Rencana November tahun ini masuk album baru, tahun depan baru dirilis,” ujar Andre saat ditemui Rolling Stone pada Kamis (17/4) kemarin.

SiksaKubur melepas album berjudul sama dengan nama band pada April tahun lalu lewat label Podium Music. Sebelumnya, mereka merilis album bertajuk St. Kristo sebagai penghormatan untuk mendiang sahabat sekaligus pemilik Rottrevore Records, Kristoforus Dwinanda Satrio. Sepeninggalnya Satrio, Andre terlibat dalam kepengurusan Rottrevore Records untuk membantu.

Keterlibatan itu, menurut Andre, sudah tidak lagi terjadi karena Rottrevore Records sekarang sudah resmi dipegang oleh Ferly, gitaris Jasad. “Pertama Ferly buat Rottrevore Fanzine, Rio investasi dengan Rottrevore Records, gue ada di tim produksi dan lainnya. Gue nggak benar-benar menaruh uang gue di situ, jadi Rottrevore bukan punya gue dong.”

Sepeninggal para personel asli band yang telah merilis tujuh album tersebut, Andre sendiri merupakan satu-satunya personel SiksaKubur yang bertahan paling lama. Hal ini, menurut gitaris yang memiliki panggilan Bacot, dikarenakan kesenangannya memainkan musik death metal.

“Mungkin gue salah satu dari sedikit orang yang bisa meraih mimpinya karena mimpi gue cuma main band, bikin album, dan konser di mana-mana,” tambahnya. “Sampai pada saatnya gue sadar waktunya untuk berhenti, ya gue pasti berhenti main death metal, tapi gue akan main musik lain.”

Ia menekankan bahwa di setiap hal, harus tahu waktu untuk selesai dan memulai hal baru. “Gue akan main gitar sampai gue mati. Gue akan main gitar sampai gue nggak sanggup lagi main gitar,” tutupnya sambil tertawa.

Thursday, April 16, 2015

Strangle Over Head Crew x BLank Boys Proudly Present "Hell in a Cell"

Strangle Over Head Crew x BLank Boys
Proudly Present

"Hell in a Cell"

30 Mei 2015 at Gedung Tenis Indoor Kridanggo Salatiga
Start : 13.00 - 22.00


Revenge the Fate
Viscral (Bekasi)
Samestreet (Bandung)
Resentment (Salatiga)
My Dinner Daze (Salatiga)
Vascular(Salatiga)
Caliber (Jakarta)
This Spring of Death (Bogor)
Stereokilla (Magelang)
Under Mother Feet (Salatiga)
Darkside (Magelang)
Silence Blood (Salatiga)
Happy April (Salatiga)
Strike and Stroke (Salatiga)
Remember in October (Salatiga)

Info Tiket:
Presale : 20K Terbatas (s/d tgl 30 april)
On The Spot : 25K

*Free Stiker + Poster*

Tiket Available at :
Salatiga: Helleluyah Merch
Solo: Origin Merch Solo & Belukar Rockshop

Visit:
Strangle Over Head Crew
Blank Boys


Cephalotripsy | Brutal Death Metal California


Cephalotripsy adalah sebuah band brutal death metal dari California. Cephalotripsy ini dibentuk pada tahun 2003 dan telah merilis satu album penuh, tiga demo dan promo dan split album dengan Membro Genitali Bifurcator.

Musik Cephalotripsy ditandai dengan gaya death metal sangat lambat, yang berfokus terutama pada riff slam.

Nama Cephalotripsy ini mengacu pada metode untuk menghilangkan janin dari rahim dengan menghancurkan kepalanya. Sebuah alat medis dikenal sebagai cephalotribe yang digunakan untuk melakukan hal tersebut.

Cephalotripsy Logo

Pada tahun 2008, Cephalotripsy turut bermain di New England Deathfest bersama band-band seperti Dying Fetus dan Circle of Dead Children.

Diskografi:
  • Demo (Demo 2006)
  • Promo 2007 / Promo 2008 (Demo 2007)
  • Uterovaginal Insertion of Extirpated Anomalies (2007)
  • Promo (Demo 2011)
  • Membro Cephalic Symbiosis (Split 2012)
Formasi Cephalotripsy saat ini:
  • Forrest Stedt - Drums
  • Angel Ochoa - Vocals
  • Andres Guzman - Guitar

Epicardiectomy | Slamming Brutal Death Metal Prague


Epicardiectomy band yang bergenre Slamming Brutal Death Metal asal Prague, Czech Republic. Mereka terbentuk  sejak tahun 2007. Sudah berhasil merilis 3 Demo album, 1 Split dengan band se-aliran dengannya yakni Kraanium dan Dormant Carnivore serta 2 buah full-length album.

Epicardiectomy Logo

Diskografi:
  • Promo 2010 - Demo 2010      
  • Goresoaked Slamassacre - Split 2010
  • Ulcerous Cadaveric Decrepitation - Demo 2011      
  • Abhorrent Stench of Posthumous Gastrorectal Desecration - Full length 2012
  • Deranged Self-Mutilating Emasculation - Demo 2013
  • Putreseminal Morphodysplastic Virulency Full-length 2014
Member Epicardiectomy:
  • Milan MoÅ¡kon Drums (2007-present)
  • Serge Gordeev Guitars (2009-present)
  • OndÅ™ej "Andrew" Benc Vocals (2015-present)


Tuesday, April 14, 2015

Heraclius | Death Metal Palu


Heraclius, band ini berasal dari palu sulawesi tengah, band yang bergenre death metal ini di bangun pada pertengahan tahun 2013.

Heraclius sebelumya bernama Vengeance, namun penyebabnya tidak bisa dan tidak dipublikasikan dalam penggantian nama mereka menjadi Heraclius tersebut. Heraclius lahir dan bernaung di dalam komunitas 'Palu Noise Territory'

 Heraclius Logo

Heraclius Personil:
  • Rafi / Bhona (voc)
  • Bintang Toar (drum)
  • Ale / Haris (guitar)
  • Hendra Munir (guitar)

Visit:
Heraclius on Twitter
Heraclius on Facebook
Heraclius on Reverbnation


Tuesday, April 7, 2015

Xtreme Merch | "Pria Itu Moshing Bukan Dancing"

Xtreme Merch Proudly Present

"Pria Itu Moshing Bukan Dancing"
16 Mei 2015
At Gedung Ramanda Depok



With special performance :

  • Radang Kelamin
  • Lost Another
  • Kilometer
  • Bipolar
  • Cranium at Hell
  • Other Side
  • Rivals Attack
  • Sanskerta
  • Holy Killer
  • Division Tigabelas


Need more band Heavy Metal, Hardcore, Grindcore, Black Metal, Deathcore, ThrashMetal and etc.

More Info:
Xtreme Merch Call - 081310877341

Saturday, April 4, 2015

Palu Death Metal & Volca Records Present Split Album 'The Venom'

Palu Death Metal (PDM) bekerjasama dengan Volca Records sedang mengerjakan peluncuran split album, dengan merangkul 3 band yang terdiri dari Necromancy (Death-Metal), Death of Christ (Death-Metal), dan Scarhead Barricade (Grindcore).


Masing-masing dari band tersebut akan memuat tiga lagunya, yang akan dikemas dalam sebuah album split bertajuk The Venom. Rencananya album yang dirilis itu akan diproduksi dalam bentuk fisik atau compact disk (CD) sebanyak 100 keping, yang juga akan disertai dengan merchandise kaos. Selain itu direncanakan akan ada gelaran acara perilisan yang diselenggarakan tanggal 9 Mei 2015 mendatang bersama beberapa band lainnya.

Pada dasarnya, seperti yang dikatakan oleh tim produksi split album The Venom, bahwa perilisan ini bertujuan untuk eksistensi komunitas musik melalui karya yang dihasilkan, sehingga dapat membangkitkan gairah bermusik, dan pemahaman tentang musik itu sendiri di kalangan komunitas atau seniman perseorangan yang berada di Kota Palu.

More Visit Volca Record

Monday, March 23, 2015

Bloody or Paramedic | Death Metal Cileungsi



Bloody or Paramedic terbentuk tanggal 20 juni 2012 dari sudut Kota Bogor, tepatnya Cileungsi. Bloody or Paramedic sering juga mendapat julukan atau singkatan BOP, memainkan musik-musik seputaran genre Death Metal.

Bloody or Paramedic Logo

Bloody or Paramedic telah melewati berbagai event-event lokal mulai dari yang kecil sampai yang lumayan besar.

Inilah Personil dari Bloody or Paramedic:
  • Feri (vokal 1)
  • Tomi (vokal 2)
  • Aditya (gitar 2)
  • Firdaus (gitar 1)
  • Dede (bass)
  • Hafis (drum)

Wednesday, March 18, 2015

Dead Vertical | Grindcore


Dead Vertical, salah satu Grindcore terbaik ditanah air. Band yang didirikan pada 22 Nopember 2001 di sebuah kawasan pinggiran Jakarta Timur ini awalnya ber-formasi Iwan-Vocals, Boy Guitars/Backing vocals, Bony-Bass dan Andriano-Drums.

Seiring dengan berjalannya waktu maka seperti lazimnya band-band lainnya Dead Vertical telah mengalami beberapa kali pergantian personil, yakni pada pertengahan 2003 Andriano (Drums) mengundurkan diri karena kesibukan kerjanya, kemudian posisinya digantikan oleh Bimo yang bertahan hingga Maret 2004 (setelah rilis album pertama “Fenomena Akhir Zaman”) kemudian ia mengundurkan diri. Selanjutnya posisi Drummer digantikan oleh Arya dari (Formyblood) hingga sekarang. Pada akhir 2005 Iwan (Vocals) mengundurkan diri karena kesibukan kerja dan posisi Vocals digantikan oleh Boy sekaligus tetap memegang posisi Guitars.


Dead Vertical mempunyai arti "Matinya Hubungan Vertikal Antara Tuhan dengan Manusi". Nama ini terinspirasi oleh fenomena kehidupan di era sekarang dimana dunia telah dipenuhi oleh kebencian, kekacauan, pembantaian, dan penyesatan secara global karena banyak manusia yang telah melupakan Tuhannya.

Dead Vertical terinfluence oleh band-band seperti Napalm Death, Terrorizer, Slayer, Sepultura, Brutal Truth, Righteous Pigs, Massacre, Nasum, Lock Up, Rotten Sound dan lain-lain. Lirik-lirik yang diteriakkan bertema sosial dan seputar kehidupan sehari-hari yang dikemas dalam bentuk genre Grindcore. Hingga saat ini Dead Vertical telah menghasilkan beberapa karya musik antara lain Split tape dengan band Hardcore Philipina-Human Error (No Label rec 2003), Album Pertama “Fenomena Akhir Zaman” (The Eye Music 2004), Mini Album “Global Madness” (Dead Vertical 2006), Album Kedua "Infecting The World" (Rottrevore Records 2008), Album Ketiga "Perang Neraka Bumi" (Rottrevore Records 2012) dan beberapa kompilasi Death Metal-Hardcore.

Visit:
Dead Vertical on Facebook
Dead Vertical on Twitter
Dead Vertical on Reverbnation
Dead Vertical on Youtube

Hypertensi Renal | Slamming Death Metal Kota Lasem


Hypertensi Renal terbentuk Awal november tepatnya sepakat dibentuk 9 November 2014 , di Kota Lasem, Jawa Tengah, Indonesia. Hypertensi Renal mengusung genre Slamming Death Metal, (yang menurut mereka bahwa "Hypertensi Renal ini merupakan band Slamming Death Metal pertama di Kotanya").

Hypertensi Renal berformasikan hanya dengan 2 orang personil saja yakni, Ogy sebagai Guitar & Drum Programing serta Olih sebagai Vokal.

Hypertensi Renal Logo

Banyak band Slamming yang menginspirasi Hypertensi Renal diantaranya  Devourment, Begging For Incest, Cephalotripsy , Epicardiectomy,  Excrement Cultivation, Disfigurement Of Flesh, Carnal Disfigurement, dan masih banyak lagi.

Hypertensi Renal sudah  membuat EP album pertama nya berjudul "Blood Urine". EP Album tersebut berisikan 7 Lagu yang bertema kan tentang Pembunuhan, Darah, Dendam dan Kerusakan moral seks manusia era modern. "Blood Urine" sudah di rilis / di Launching pada 8 Februari 2015 di acara "Rembang Death Fest #1".

 Cover Album EP "Blood Urine"

Berikut Tracklist lagu EP Album "Blood Urine" :
1. Mutilating Rotten Whore 03:17
2. Hematuria (Blood Urine) 02:29
3. Disfungsi Ereksi 02:59
4.Bondage Japanese School Girl 02:15
5. Brain Surgery 01:48
6. Ejakulasi Premature 00:09
7. Grinding Clitoris 01:57

Visit:
Hypertensi Renal on Youtube

Monday, March 16, 2015

DeadSquad


DeadSquad ialah salah satu band Technical Death Metal tanah air yang berdiri sejak tanggal 29 Agustus 2006. Pada awalnya band ini hanyalah sebuah band project yang berencana memainkan lagu – lagu dari band - band oldschool metal seperti Slayer, Anthrax dan Sepultura. Pada saat itu berpersonil: Stevie (Gitar) ex-Step Froward, Ricky (Gitar) Seringai, Bonny (Bass) ex-Tengkorak, dan Andyan (Drum) ex-Siksakubur. Ternyata Ricky tidak bisa bertahan lama karena kesibukannya. Setelah berjalan latian beberapa lama band ini lebih dari sekedar band project dan mulai memfokuskan untuk membuat lagu - lagu sendiri.

Bulan Juni 2006 Prisa ex–Zala bergabung. Atas kesepakatan bersama pada 29 Agustus 2006 terbentuklah nama "DeadSquad". Berlanjut dengan pencarian vokalis, setelah beberapa kali mencoba akhirnya DeadSquad mendapatkan Babal (Alexander) yang resmi bergabung pada oktober 2006. Awal tahun 2008 Prisa keluar dari band.

DeadSquad Logo

Setelah berjalan sekian lama dengan konsep satu guitar , akhirnya pada bulan oktober 2008 , DS menemukan sosok guitarist yang di nilai sangat mumpuni untuk mengisi kekosongan yang ada pada salah satu lini guitar yaitu Coki Bollemeyer (Netral)  dan pada bulan yang sama Daniel (Abolish Conception)  bergabung dalam line up terbaru band ini menggantikan Babal.

Pada 9 Maret 2009 DeadSquad Merilis Album pertamanya dengan title "Horror Vision" melalui Rottrevore Records dan langsung mendapat respon yang sangat baik dari komunitas indie maupun non indie. Rangkaian panggung dan tour pun semakin banyak dilakukan.

"Horror Vision" Album 2009


Track List "Horror Vision":
1. Pasukan Mati 03:57
2. Dimensi Keterasingan 02:14
3. Sermon of Deception 02:59
4. Dominasi Belati 03:45
5. Hiperbola Dogma Monoteis 02:29
6. Manufaktur Replika Baptis 04:05
7. Arise (Sepultura cover) 02:34
8. Horror Vision 04:04

Kemudian pada tanggal 30 November 2013 DeadSquad kembali merilis lagi untuk album yang ke dua mereka dengan titel "Profanatik". Album ini dirilis melalui Armstretch Records.

 "Profanatik" Album 2013


Track List "Profanatik":
1. Ode Kekekalan Pusara 04:18
2. Anatomi Dosa 03:29
3. Natural Born Nocturnal 03:22
4. Merakit Sakit 03:11
5. Patriot Moral Prematur 03:33
6. Altar Eksistensi Profan 03:18
7. Misantropis 02:40
8. Jurnal Gagak 03:39


"Tyranation" Album 2016

Album ketiga ini dirilis tanggal 30 Oktober 2016, menyusul gelar acara peluncuran di Kemang, Jakarta tanggal 20 November 2016. Sedianya "Tyranation" akan dirilis sekitar bulan Maret 2016, tetapi karena situasi dan kondisi yang belum mendukung dan tidak memungkinkan, terutama dengan hal yang berkaitan dengan proses mixing, mastering dan sound engineering, maka album ini baru dapat digarap sekitar bulan Agustus 2016. Padahal secara konsep, seluruh materinya telah siap di bulan Oktober 2016 tersebut. Secara musikalitas, Tyranation berkolaborasi dengan musisi-musisi dan seniman ternama yakni Andra Ramadhan (Andra and the BackBone) yang mengisi solo Gitar pada "Menyangkal Sangkakala", Arie Dagienkz atas kontribusi vokalnya pada lagu yang sama, Dewa Budjana (Gigi) pada "Apocalyps For Sale" dan Stephan Santoso (Musikimia) untuk Gitar sound engineering-nya, Sujiwo Tejo yang memberikan 'Mantra' dan nuansa kuno pada lagu pembuka "Enter the Wall of Tyranation - (Jancuk)", dan penutup "Hymn of Infinite Anxiety" hingga Adam Vladvamp dengan kontribusinya untuk background noise dalam album ini.

Kolaborasi ini merupakan langkah baru dalam perjalanan musikalitas DeadSquad dan merupakan bagian dari upaya pembuktian bahwa kebrutalan musik metal yang ekstrem tidak mengenal batas kreativitas dalam menghasilkan karya seni dan tetap menjadi refleksi diri. Proses penggarapan album ini terbilang unik, karena setiap kegiatan dan aktivitas di dalam studio didokumentasikan berupa jurnal video yang diunggah ke Youtube resmi DeadSquad dan jurnal video ini merupakan suguhan pra-album bagi para "PasukanMati" yang terdiri atas beberapa bagian. Proses kreatif dan musikalitas album ini menghadirkan sebuah konsep yang terinspirasi dari alter ego "The Wall" Pink Floyd atau "Ziggy Stardust" David Bowie (The Rise and Fall of Ziggy Stardust and the Spiders from Mars), yakni konsep yang banyak bercerita dari sudut pandang sang penulis Daniel Mardhany. Tyranation juga mereprentasikan ide dan interest dari masing-masing personel dari album digawangi oleh Stevie (Gitar), Andyan Gorust (Drum), Alan (Bass) dan Daniel (Vokal). Proses mixing dan editing album ini oleh Miko Valent dan Stephan Santoso serta mastering oleh Stephan Santoso.

Untuk mempromosikan album ini, Deadsquad bertolak ke Jepang dalam tur yang bertajuk DeadSquad Tyranation Over Japan 2016, kunjungan perdana ini dimulai pada 30 Oktober 2016, dengan tampil di Asakusa, Yokohama, Shinjuku dan penampilan penutup di Sangenjaya pada 3 November 2016.

Pada periode ini, formasi yang dianggap paling solid oleh "PasukanMati" akhirnya pecah, diawali dengan mundurnya Coki, sebagai gitaris bulan Desember 2015, karena fokus dengan kegiatan dan proyek musik di luar grup. Tetapi Coki juga memberikan kontribusinya di album ketiga pada "The Comfort of Retardation" dan solo pada "Tyranation". Posisi Coki akhirnya digantikan oleh Karis (ILP Project). Setahun lebih berselang, penabuh Drum Andyan Gorust mengikuti jejak Coki mengundurkan diri di bulan Februari 2017 menyusul pencabik Bass Alan sebulan kemudian yang resmi mundur bulan Maret 2017, baik Andyan Gorust dan Alan yang mundur karena fokus dengan kegiatan bermusik di luar Band yakni Hellcrust, pengunduran dirinya diumumkan melalui sosial media masing-masing.

Dengan mundurnya Coki, Andyan Gorust dan Alan, menyisakan Stevie dan Daniel sebagai personel inti DeadSquad. Untuk menggantikan lini belakang (Drum), Auliya Akbar (Revenge) didapuk menjadi penggebuk Drum, sementara posisi Bass diisi oleh Anak Agung Gde, yang keduanya terpilih melalui proses audisi untuk menempati kekosongan posisi yang ditinggalkan personel sebelumnya,[26] dengan session player (Bass) pada waktu itu adalah Welby (Carnivored). Baik Akbar dan Anak Agung Gde masing-masing berstatus additional player ketika tampil di acara "Jakarta Rockulture 2017" yang juga merupakan debut pertama mereka sekaligus rilis merchandise terbaru DeadSquad yakni sepatu "Abigail X DeadSquad" Tyranation Shoes. Acara ini diselenggarakan di Mal Kuningan City, Jakarta bertajuk "The Headbanger Years" dimeriahkan oleh 10 grup cadas tanah air salah satunya adalah DeadSquad. Tidak hanya sepatu, merchandise DeadSquad juga meliputi Skateboard dan Helm.[24] Dinamika pergantian personel terus berlanjut, di penghujung tahun 2017, Akbar memutuskan mundur bulan Desember 2017 untuk melanjutkan kegiatan dan aktivitasnya di luar grup, seusai acara sebuah komunitas di Kemang, Jakarta yang menjadikan panggung terakhirnya bersama DeadSquad. Posisi ini akhirnya dilanjutkan oleh Alvin Eka Putra (NOXA), sehingga akhirnya periode ini DeadSquad digawangi oleh Stevie (Gitar), Daniel (Vokal), Karis (Gitar), Anak Agung Gde (Bass) dan Alvin (Drum).

Dalam rangka promosi album split 3593 Miles of Everloud Musik! yang dirilis bersama band asal Jepang The Kandarivas, Deadsquad bertolak ke Jepang untuk kedua kalinya pada awal Juni 2018, tampil di kota-kota besar Jepang di Osaka, Nakano, Yokohama dan menutup rangkaian tur bertajuk Spawning Snakegoat Seeds Japan Tour 2018 ini di Shinjuku, Tokyo. Kemudian pada Oktober 2018, Deadsquad dan Burgerkill menyambangi Eropa yang bertajuk Super Invasion 2018 dengan tampil di lima negara yang dimulai sejak 15 Oktober 2018 ke Austria, Jerman, Swiss, Prancis dan berakhir di Belanda untuk tampil bersama Burgerkill sebelum kembali ke tanah air (sementara Burgerkill tampil di enam negara, berawal dari Prancis dan berakhir di Belanda). Tur Eropa ini sekaligus menambah dan memperluas jaringan sesama musisi maupun pelaku dalam industri musik. Kemudian tahun berikutnya, Deadsquad kembali menyambangi Jerman untuk tampil dalam pergelaran festival Death Feast Open Air 2019 di Andernach, yang digelar mulai 22 – 24 Agustus 2019 kali ini bersama band asal Bekasi, Viscral yang kemudian langsung melanjutkan tur yang bertajuk The Devourer European Tour 2019 ke Basel, Praha, Leipzig dan berakhir di Amsterdam pada 31 Agustus 2019.

Pada pertengahan September 2017, Deadsquad kembali menjalani tur luar negeri dengan merambah Korea Selatan, kali ini bersama band asal Eropa Vader (Polandia) dan Within Destruction (Slovenia). Dalam tur yang bertajuk Horror Profanation Over South Korea ini, Deadsquad tampil di dua kota yakni di Seoul dan Daegu pada 16 – 17 September 2017, dengan membawakan tembang-tembang andalan dari album Horror Vision hingga Tyranation, termasuk di antaranya "Anatomi Dosa", "Pasukanmati", "Patriot Moral Prematur" dan Manufaktur Replika Baptis".

2019 - Horror Vision Reunited

 

 
Instagram / stevi.item

 Berawal dari rencana untuk membuat 10 tahun "Horror Vision Show", hingga akhirnya terbentuk formasi reuni "Horror Vision" yakni Stevie, Coki, Andyan Gorust dan Bonny dengan berkumpul pertama kali di studio untuk latihan tanggal 5 Februari 2019, setelah sekian waktu berpencar dengan kesibukan masing-masing personel. Formasi ini tampil perdana di bilangan Bulungan Outdoor, Jakarta tanggal 10 Maret 2019 yang bertajuk "DeadSquad Horror Vision Reunited 2019" yang digelar oleh FireFest. DeadSquad tampil dengan dua formasi, formasi baru dan formasi reuni. Acara ini dimeriahkan oleh band-band cadas lainnya seperti Paper Gangster, Poison Nova, Noxa, Carnivored, Viscral, dan Revenge The Fate.

2021 - Hengkangnya Daniel dan Singel

Tak lama setelah rilis singel yang bertajuk Paranoid Skizoid tanggal 9 Juli 2021, Daniel Mardhany (vokalis) keluar dari band setelah 12 tahun bersama Deadquad, menyusul pemberitahuan yang diunggah pada akun instagram resmi band. Sebelumnya, Deadsquad sempat berkolaborasi dengan Isyana Sarasvati dalam gelaran festival "I Don't Give A Fest (IDGAF)" yang diselenggarakan awal April 2021, menjadikan penampilan publik terakhir Daniel bersama band. Perubahan formasi ini tidak menghalangi proses penggarapan album yang tengah dikerjakan band dengan merekrut Agustinus Widi (Genocide) yang cuplikan video penggarapan albumnya diunggah pada akun resmi band.

Tak lama setelah keluarnya Daniel, menyusul bassis Welby Cahyadi yang juga mengikuti jejak Daniel pada bulan yang sama dan posisinya diteruskan oleh Shadu Rasjidi (ILP), sehingga formasi Deadsquad pada akhir 2021 digawangi oleh Stevie (gitaris), Karis (gitaris), Roy Ibrahim (drummer), Agustinus Widi (vokalis) dan Shadu Rasjidi (bassis). Formasi baru ini lalu meluncurkan singel yang bertajuk "Curse of The Black Plague" pada 31 Oktober 2021, sekaligus menuntaskan penggarapan album yang akan diberi judul Catharsis dengan penampilan publik perdana Deadsquad dalam gelaran acara yang hanya dihadiri undangan terbatas, bertajuk Deadsquad Catharsis Listening Party pada 6 November 2021 dengan membawakan materi tembang dari album yang akan dirilis. Dipenghujung 2021, Deadsquad berkolaborasi dengan Isyana Sarasvati dalam menggarap daur ulang tembang "Il Sogno", kemudian dirilis dalam bentuk singel melalui platform digital pada 27 Desember 2021.

2022 - sekarang

Awal tahun 2022, kolaborasi Deadsquad dengan Isyana atas singel "Il Sogno" yang telah dirilis sebelumnya pada akhir 2021, kemudian diluncurkan dalam bentuk video musik, melalui kanal Youtube resmi Isyana pada 27 Januari 2022.

Tak lama setelah merilis Catharsis pada Februari 2022, formasi Deadsquad kembali berganti dengan masuknya Vicky Mono (Suarahgaloka, ex-Burgerkill) menggantikan Agustinus Widi yang mengundurkan diri. Perubahan formasi ini diumumkan melalui media sosial band pada Juli 2022, bersamaan dengan perilisan singel yang bertajuk "Enigmatic Pandemonium" yang liriknya ditulis oleh Vicky.

Genre utama DeadSquad ini adalah Death Metal, dicampur dengan technical dan old-school. Pada awal karir, mereka memainkan lagu-lagu dari Slayer, Anthrax, dan Sepultura. Mereka juga dipengaruhi oleh Necrophagist, Visceral Bleeding, Spawn of Possession, Disavowed, Decrepit Birth, dan Nile.

Sumber : 

Friday, March 13, 2015

Cruciatus | Palu Death Metal


Cruciatus, band bergenre death metal ini terbentuk pada November 2010, sebelum berganti nama Cruciatus dulunya mereka menggunakan nama Neraka Jahanam, dengan line-up Rio (Voc), Aii (Guitar), Ayat (additional Bass) dan Sandy (Drum).

Cruciatus sendiri diambil dari salah satu dari 3 mantra mematikan di film harry potter yang berarti kutukan penyiksaan yang sangat mematikan. Pada awal 2011 Sandy memutuskan untuk mengundurkan diri dikarenakan ingin fokus pada pendidikan. Setelah lama terdiam akhirnya pada pertengahan 2011 kami menemukan pengganti pada posisi drum dan bass yaitu Angga (ex-respect your mom) di Bass dan Andri (ex-morbitual) di posisi Drum.

 Cruciatus Logo

Single pertama kami bertajuk ”Tabir Kejahatan” rilis pertengahan tahun 2012. Lirik lagu ini bercerita tentang Roh-Roh jahat yang bangkit untuk membalas dendam para leluhur mereka terhadap Umat-Umat beragama yg mempercayai Kitab-Kitab suci yang mereka anggap tidak berguna dan bertujuan membentuk neraka dunia tanpa Jiwa-Jiwa suci.

Pada pertengahan 2013 Angga memutuskan untuk mengundurkan diri dikarenakan ingin fokus pada karirnya dan Andri sendiri memutuskan melanjutkan study.

Personil Cruciatus:
  • Fadel Mario (Vocal)
  • Aii (Guitar)
  • Adit (Guitar)
  • Fhad (Drum)
Visit:
Cruciatus on Twitter
Cruciatus on Soundcloud
Cruciatus on Reverbnation
Cruciatus Call : 085341445893

Jehovah The Satyr | Melodic Death Metal Sukabumi

Jehovah The Satyr salah satu Melodic Death Metal Sukabumi. Ditemukan saat kelas pagi hari di sekolah menengah pertama, pada saat usia belasan dan masih gencarnya mimpi basah. Sebuah obrolan ringansekelompok remaja tanggung memperkuat niat mengikuti pentas seni sekolah kala itu. Dimulailah cerita itu, yang mana cikal bakal sebuah kelompok musik Blossom Flower Die. Begitulah nama awal sebelum kami terus mendewasakan diri, entah itu dengan film dewasa ataupun dengan masalah cinta. Sebagian kawan-kawan yang kenal, seringkali menyunat nama Blossom Flower Die menjadi BFD. Pertama masuk studio, BFD memainkan musik-musik band yang ada di playlist hape dan PC masing-masing personil. Gagasan untuk pentas seni selanjutnya membawa BFD ke tingkat yang lebih serius lagi. Hobi memanglah hobi, akan tetapi keseriusan telah menjadi-jadi. Maka, terbentuklah kenekatan membesarkan band yang telah membuat hidup jadi jauh lebih keren dibanding cuma nongkrong di kantin sekolah. Singkat kata, kelompok remaja ini ketagihan main band.

Di masa awal, BFD mengusung Post-Hardcore. Ketika itu, di Sukabumi, tempat personilnya lahir dan menggagas band, musik Post-Hardcore jarang bergaung. Apalagi saat itu kebanyakan orang masih sinis dengan musik emosional ini. Begitupun dengan personil BFD yang hobi menentang mainstream. BFD meminang lima orang personil; Ridwan sebagai pencanang ritmis, Blenk sebagai pendawai satu, Fikri sebagai pendawai dua, Eja sebagai pendentum bass, Agi sebagai penyanyi geram.

Setelah mantap menjajalkan diri di kerumunan moshing, tepatnya setelah beberapa tahun berselang, BFD berevolusi menjadi pengusung Deathcore. Alasan terkuat berpindah ke genre ini adalah musik Post-Hardcore telah banyak dimainkan di kota BFD berada, dan Deathcore masih jarang saat itu. Seluruh personilnya secara tiba-tiba mengajak teman semasa SMP-nya dulu, Eka sebagai tukang teriak. Kehadirannya mampu melengkapi BFD.

Jehovah The Satyr Logo

Demo pertamanya berjudul “Arrogant Circus”direkam di penghujung tahun, ketika BFD duduk di bangku kelas dua Sekolah Menengah Akhir. Sebuah lagu dari sekian banyak lagu yang berhasil diselamatkan. Modal satu demo ini digunakan sebagai pengenalan kepada khalayak dunia nyata ataupun maya. Bahkan, lagu ini telah memaksa didengarkan di radio selama sebelas minggu berturut-turut di radio lokal. Cipta nekatnya mengantarkan BFD ke berbagai event dan gigs, maupun juga tawaran menggiurkan yang sebagian besar BFD tolak menyangkut alasan yang rumit. Dan seiring dengan berakhirnya masa sekolah, BFD pun vakum menahun.

Kesibukan melanda masing-masing personil BFD dan rentan miskontak. Di satu sesi, semua anggota pernah berhasil dikumpulkan dengan maksud reuni. Tapi anehnya, tak pernah satu pun membicarakan band lagi. Maklum, satu tahun setengah sejak pernyataan vakum telah mengubah diri masing-masing. Berbeda dengan Ridwan yang masih menyimpan antusias dan dedikasi terhadap band. Akhirnya Ridwan pun memberanikan diri mengajak seluruh personil untuk mulai lagi. Dalam keadaan canggung, Eja, Agi, dan Eka lebih memilih mensupport sepenuhnya tanpa terikat dalam kelompok lagi. Artinya tinggal Ridwan, Blenk, dan Fikri yang akan melanjutkan kisah bermusik ini.

Dikarenakan tinggal tiga orang yang tersisa, bergantilah nama tersebut menjadi Jehovah The Satyr. Nama Jehovah The Satyr hanya terjadi begitu saja saat personilnya senang berkata absurd. Jehovah The Satyr memiliki makna sindiran untuk mereka yang menyelewengkan kepercayaan. Tetapi, bagaimanapun, suatu saat nanti akan ada orang yang mampu memaknai nama Jehovah The Satyr lebih tepat. Meskipun personilnya tak yakin akan ada orang yang mau membuang waktunya hanya untuk memaknai nama itu.

Awalnya, nama Jehovah The Satyr digunakan untuk band Deathmetal sampingan tiga personil BFD: Ridwan, Blenk, Fikri, ditambah seorang vokalis rumahan yang usianya jauh lebih muda dari tiga lainnya. Namun, embel-embel sampingan terbukti dikesampingkan, dan pada akhirnya, ketika tiga personil BFD ingin memulai lagi, nama Jehovah The Satyr-lah yang digunakan. Pergantian nama diwujudkan demi penghormatan kepada sisa personil BFD (Eja, Eka, Agi) yang sekarang mempunyai kehidupan baru.

Boleh dibilang, Jehovah The Satyr adalah mitra dendang yang mengusung nada ketidakwajaran. Musiknya sulit dipahami namun mudah dinikmati. Secara tabiat dan harfiah, Jehovah The Satyr memainkan musik Melodic Deathmetal. Namun persepsi setiap pendengar tak melulu sama. Jadi, Melodic Deathmetal hanyalah formalitas, dan yang sebenarnya Jehovah The Satyr mainkan adalah musik yang terlalu lembek dari Deathmetal, dan terlalu cepat untuk metal. Silakan asumsikan sesuai selera masing-masing.

Untuk posisi frontmant, ketiga personil ini mempercayakan kepadaNendi sang biduan yang mampu menyambi semua jenis geram-teriak. Nendi adalah seorang solois Deathcore yang dikenalkan oleh pemilik studio rekaman, sewaktu Jehovah The Satyr merekam lagu Protagonist, sebuah lagu yang direkam sewaktu bulan puasa. Berhubung saat itu sedang demam religius, maka seluruh konsep lagu Jehovah The Satyr mengangkat tema—agak menyerempet religi—keburukan manusia. Pada akhirnya, demo Protagonist ini telah menandakan kelompok musik sialan ini masih hidup. Sekaligus penanda salam kepada mereka yang masih mau mengakuinya.

Jehovah The Satyr Album "Demo" 2015

• Caliph adalah sebuah mula yang mengisahkan manusia. Bahwasannya semua manusia dapat kesempatan menjadi khalifah di bumi. Namun tak semua manusia berarah sama. Maka, singkatnya, lagu ini menjadi tanda bahwa konsep selanjutnya adalah tentang sifat manusia.

• Eeriemonger sebagai nomor kencang yang langsung ambil kendali bagai massa yang langsung menghakimi. Tipikal musiknya arogan, disesuaikan dengan liriknya yang menjelaskan soal kengerian yang diciptakan manusia. Dalam liriknya, dijelaskan bahwa pada dasarnya manusia senang mengunduh dosa, sehingga pada akhirnya mereka sendirilah yang menjadi daftar tungku di akhirat.

• Protagonist menjadi tembang pereda dalam demo Jehovah The Satyr. Terbukti dari tempo yang low dengan ketukan semi-triplet. Tembang ini menjadi satu-satunya tembang Jehovah The Satyr yang konten geram-teriak tak seserak lagu lainnya karena disesuaikan dengan emosional musiknya. Dalam liriknya, Protagonist menjabarkan bahwasannya manusia dilahirkan sebagai tabiat baik. Namun karena kelemahannya, perangai manusia bisa menjadi buruk.

• Neglected menjadi penutup yang justru menuangkan kejelasan dalam konsep Jehovah The Satyr. Tensi musiknya kembali kencang setelah Protagonist berakhir. Sesuai dengan genrenya, di lagu ini Jehovah The Satyr telah menaruh nada melodis sejak intro. Mungkin agak sedikit berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya karena Jehovah The Satyr tahu bagaimana mengakhiri demo ini. Liriknya pun melengkapi lirik-lirik sebelumnya. Renungan soal sifat manusia yang sering melalaikan satu hal, bahkan hal yang sangat penting sekali pun. Secara keseluruhan, musik dan liriknya menyatu, menjadi sebuah nomor yang sendu.

Visit:
Jehovah The Satyr on Facebook
Jehovah The Satyr on Twitter
Jehovah The Satyr on Soundcloud
Jehovah The Satyr on Reverbnation
Jehovah The Satyr Call : 081221032629
Jehovah The Satyr E-Mail : jehovahthesatyr@gmail.com

Walker Thrash | Thrash Metal Cikalong Wetan


Walker Thrash ialah salah satu band dari Cikalong Wetan, Bandung Barat. Walker Thrash menggabungkan unsur musik Death Metal dengan genre Thrash Metal. Dalam penulisan tema lirik Walker Thrash meliputi semangat perjuangan, pemberontakan dan Thrashing. Walker Thrash sendiri, dalam bermusik mereka terpengaruh oleh band-band dunia seperti Metallica, Slayer, Megadeth, Havok, Lost Society dsb.


Personil Walker Thrash:
  • Irfan Yanuar Aiba - Gitar
  • Ahmad Rifandi Sidiq - Bass
  • Fahmi Hilan - Drum
  • Solehudin Hilim Al-Falah - Gitar
  • Galih Prayoga - Vokal
Visit:
Walker Thrash on Twitter
Walker Thrash Reverbnation
Walker Thrash CP : 08882102835 / 089658575443
Walker Thrash E-Mail : Walkerthrash06@gmail.com

Megalith | Heavy Metalcore Pemalang


Megalith adalah grup band beraliran heavy metal, metalcore dan thrash metal yang berasal dari kabupaten pemalang, jawa tengah. Cikal bakal bermula dari pertemenan di sekolah menengah kejuruan pada akhir tahun 2006. Delmi, joena, jambronx dan ipank membentuk sebuah band dengan dan sempat mengisi acara di beberapa gigs, pensi sekolah, dan radio2 lokal.

Pada tahun 2008 Delmi, joena, ipank lulus dari sekolah. Ada yang melanjutkan kuliah serta kerja di luar kota hingga akhirnya band ini pun sempat berhenti sejenak.

Dengan ambisi dan keinginan yang tetap membara, delmi membentuk band Megalith dengan formasi awal delmi, jambx, kaeth, sofyan. Dan pada tahun 2012 sempat membuat demo lagu dengan judul "Oblivion" namun di tahun yang sama juga setelah menyelesaikan demo lagu "Oblivion" jambx dan kaeth berpamitan untuk fokus dan konsentrasi dengan kuliahnya.

Megalith Logo

Di awal tahun 2014 personil yang tersisa Yaitu Delmi dan sofyan bertemu dengan roy anan dan tyo raditz, serta menghubungi teman lamanya "juna" untuk bisa bergabung. dengan kesamaan dan kesenangan di dunia musik yang sama mereka langsung cocok dan mulai mengisi di beberapa gigs, antara lain:

- Pekalongan metal fest #4, Pekalongan.
- Pelosok bersatu, Tegal
- Compas Musik fest, Pemalang

Aliran musik/ Genre Megalith adalah Thrash metal dengan mendapat influence dari band-band seperti Slayer, Megadeth dan Sepultura. Mereka juga sering membawakan lagu-lagu dari influence-nya saat latihan.
Proses penciptaan musik megalith sendiri adalah bersasarkan dari riff-riff dan beat yang di mainkan oleh sang gitaris delmi chaniago kemudian di matangkan lagi saat latihan di studio dengan personil yang lain.

Di awal tahun 2015 ini megalith menciptakan single terbarunya dengan judul "Mightiness". Dan kemudian merekam ulang demo lagu mereka terdahulu "Oblivion".

Personil Megalith:
  • Roy Anan - Vocal
  • Delmi Chaniago - Gitars 1
  • Sfyan Beast - Guitars 2
  • Juna Rockeater - Bass
  • Tyo Raditz - Drum
Visit:
Megalith on Twitter
Megalith on Reverbnation
Megalith on Facebook
Megalith on Youtube
Megalith : 087730024238 (Juna)
Megalith : 53598C89 (Pin)
Megalith E-Mail : megalithpml@gmail.com